Sebuah awan debu besar melayang di atas Lembah Johnson, California Selatan, yang biasanya cerah. Melewati kota Lucerne Valley, sebidang tanah publik dipenuhi berbagai jenis kendaraan off-road: sepeda motor trail, truk Toyota generasi pertama dengan roll cage yang dilas, Bronco baru, kendaraan roda empat kecil yang dikemudikan anak-anak, dan UTV. Area perkemahan RV membentang ke gurun di kedua sisi, sebuah struktur sementara menjadi bar dan restoran, dan jalan berujung di desa vendor yang bisa menyaingi pameran kabupaten kecil.
Selamat datang di Hammertown, kota gurun sementara yang muncul setiap Januari selama 16 hari untuk seri balap off-road bernama King of the Hammers. Bayangkan Burning Man bertemu Mad Max, namun disponsori Monster Energy.
Baru saja menyelesaikan tahun ke-20, Hammers berawal dari kompetisi 13 teman dan kini merupakan seri balap yang menampilkan segalanya, dari motor trail hingga VW Beetle hingga truk piala senilai jutaan dolar. Yang paling menonjol, ini adalah tempat lahirnya seri Ultra4, yang mencakup Race of Kings—sering disebut balap off-road satu hari terberat di dunia—yang menggabungkan balap gurun di atas 100-mil/jam dengan rock crawling yang sangat teknis. Dengan jarak 245 mil, balapan tahun ini adalah yang tersulit sejauh ini. Hanya dua tim yang finis dalam alokasi waktu 14 jam. Acara ini kini menarik lebih dari 80.000 pengunjung, yang dapat membeli tiket masuk umum mulai $100, dan menampilkan sekitar 750 pembalap, profesional maupun amatir, dari seluruh dunia. Orang juga bisa menonton dari rumah: Panitia menyebutkan 1,2 juta penonton menyaksikan secara daring tahun ini.
Seiring King of the Hammers memasuki dekade ketiganya, terlihat jelas sejauh apa perkembangan dunia off-road dari masa truk “tua” penuh penyok dan stiker, menjadi rig khusus berlogo yang harganya mudah mencapai ratusan ribu dolar. Balap Ultra4 terjadi secara internasional, dan pasar kendaraan off-road dihargai lebih dari $22 miliar menurut Grand View Research.
Di balik spanduk sponsor dan rig berbantuan pabrikan, banyak kendaraan juga berfungsi sebagai pernyataan politik. Mereka memiliki vinyl wrap khusus, bendera di antena, dan stiker di tailgate. Meski Bendera Amerika Serikat paling mencolok, bendera Gadsden juga umum; slogan “1776”, “We the People”, dan Amendemen Kedua juga kerap muncul. Bendera Trump ada, meski jauh lebih sedikit dari yang diduga mengingat latarnya. Satu tulisan berbunyi “Senjata, Bir, Payudara, Kebebasan”. Personalisasi kendaraan ini mengarah pada tema berulang—keterobsesian pada otonomi—yang berlatar salah satu area terbuka untuk kendaraan off-highway terbesar di negara ini. King of the Hammers bukan cuma tentang siapa yang finis pertama, tetapi tentang komunitas yang kembali setiap musim dingin untuk merusak barang, memperbaikinya, dan merusaknya lagi.