Sekretaris Jenderal CAF Mundur di Tengah Kontroversi Final Piala Afrika

Pengunduran diri Veron Mosengo-Omba menyusul kontroversi atas keputusan dewan CAF yang mencabut gelar juara AFCON dari Senegal, turnamen sepak bola bergengsi Afrika.

Diterbitkan Pada 30 Mar 202630 Mar 2026

Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), Veron Mosengo-Omba, mengundurkan diri pada Minggu setelah seruan berulang agar ia dicopot dan di tengah masa turbulen bagi sepak bola di benua tersebut.

Mosengo-Omba menyatakan ia pensiun, namun kepergiannya terjadi di tengah krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan organisasi, dengan dampak yang meluas atas keputusan mencabut gelar Piala Afrika (AFCON) dari Senegal serta desakan untuk penyelidikan dugaan korupsi di badan pengatur sepak bola Afrika.

Rekomendasi Cerita

daftar 4 item
akhir daftar

Telah muncul gelombang kritik terkait keberlangsungannya sebagai sekjen jauh melewati batas usia pensiun wajib organisasi, yaitu 63 tahun, utamanya di media sosial namun juga dari anggota komite eksekutif CAF.

“Setelah lebih dari 30 tahun karier profesional internasional yang didedikasikan untuk mempromosikan bentuk sepak bola ideal yang menyatukan orang, mendidik, dan menciptakan peluang harapan, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi sebagai Sekretaris Jenderal CAF untuk mencurahkan waktu pada proyek-proyek pribadi,” ujar Mosengo-Omba dalam pernyataannya.

“Kini setelah saya berhasil mengklarifikasi kecurigaan yang dengan sengaja dilemparkan oleh sebagian pihak, saya dapat pensiun dengan tenang dan tanpa paksaan, meninggalkan CAF dalam keadaan lebih makmur daripada sebelumnya.

“Saya mengucapkan terima kasih tulus kepada Presiden CAF Dr. Patrice Motsepe, tim saya, dan semua pihak yang, langsung atau tidak langsung, telah memungkinkan CAF dan sepak bola Afrika terorganisir membuat kemajuan nyata dan luar biasa. Semoga kemajuan yang telah dicapai dapat bertahan dan berlanjut,” tutupnya.

MEMBACA  Kekerasan geng membunuh lebih dari 5.600 orang di Haiti pada tahun 2024: PBB | Berita Perserikatan Bangsa-Bangsa

Senegal memenangkan Piala Afrika 2025 pada Januari lalu, namun kemudian gelarnya dicabut oleh dewan Konfederasi Sepak Bola Afrika [File: Amr Abdallah Dalsh/Reuters]

Dituding Ciptakan Atmosfer Toksik

Mosengo-Omba merupakan figur yang memecah belah di CAF, dituding oleh sejumlah karyawan menciptakan atmosfer beracun di lingkungan kerja, meskipun investigasi yang dilakukan usai keluhan staf membebaskannya dari segala kesalahan.

Pria berusia 66 tahun asal Kongo ini merupakan warga negara Swiss dan mantan karyawan FIFA yang merupakan teman sekampus dari Presiden FIFA Gianni Infantino.

Meski menyatakan pensiun, Mosengo-Omba diperkirakan akan mencalonkan diri sebagai presiden federasi sepak bola Republik Demokratik Kongo dalam pemilihan bulan-bulan mendatang, menurut sumber yang berbicara kepada kantor berita Reuters.

Jika berhasil, hal itu akan menempatkannya dalam bursa calon pemimpin tertinggi CAF seandainya Motsepe mengundurkan diri untuk terjun ke politik di Afrika Selatan, tempat ia digadang-gadang sebagai penerus potensial bagi Presiden Cyril Ramaphosa. Namun, Motsepe membantah hal ini.

Awal bulan ini, Motsepe mengakui CAF tengah berjuang menghadapi pertanyaan atas integritasnya, dan pasca kontroversi final Piala Afrika, pemerintah Senegal menyerukan investigasi internasional terhadap pengelolaan organisasi tersebut.

Pencabutan gelar juara Piala Afrika dari Senegal merupakan keputusan yang diambil oleh Dewan Banding CAF, namun akibatnya, citra sepak bola Afrika menanggung beban yang berat.

CAF menyatakan kemudian pada hari Minggu bahwa direktur kompetisinya, Samson Adamu, akan mengambil alih sebagai sekretaris jenderal pelaksana.

Tinggalkan komentar