Beijing (ANTARA) – Menteri Kesehatan Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengundang pemerintah China untuk meningkatkan kerjasama kesehatan, dengan menekankan pada pencegahan tuberkulosis, pengobatan tradisional, dan optimalisasi teknologi untuk layanan kesehatan.
“China dan Indonesia memiliki banyak prioritas yang sama di sektor kesehatan, khususnya dalam transformasi layanan medis dan pencegahan penyakit. Untuk mencapai tujuan bersama, kedua negara dapat saling belajar sambil menjalin kerjasama yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan Sadikin dalam pertemuan bilateral dengan Kepala Komisi Kesehatan Nasional China (NHC), Lei Haichao, di Beijing, China, pada Jumat (27 Oktober), menurut siaran pers yang diterima pada Minggu.
Menteri tersebut menyampaikan keinginan Indonesia untuk belajar dari kesuksesan China dalam menurunkan prevalensi tuberkulosis dari tingkat menengah ke rendah, memperkuat digitalisasi sistem kesehatan, dan memanfaatkan teknologi canggih seperti antarmuka otak-komputer.
Ia juga mengapresiasi Beijing atas dukungannya pada program beasiswa yang memfasilitasi 113 dokter Indonesia untuk belajar di berbagai rumah sakit di China selama setahun terakhir. Dia bertemu dengan beberapa peserta program selama kunjungan di Beijing itu.
Saat bertukar pandangan tentang layanan kesehatan masyarakat dan peningkatan kapasitas SDM, Sadikin mengundang Kepala NHC Lei ke Indonesia untuk rapat komite bersama dengan harapan memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang di sektor tersebut.
Ia juga memanfaatkan kunjungan ke Beijing dengan menyampaikan pidato kunci pada Forum Zhongguancun 2026, atas undangan Universitas Tsinghua dan Akademi Teknik China.
Dalam pidatonya, duta besar Indonesia itu menyoroti kecerdasan buatan (AI), dengan argumen bahwa AI tidak akan pernah menggantikan dokter, tetapi mereka yang gagal memanfaatkan teknologi ini akan tertinggal.
Lebih lanjut, ia bertemu dengan perwakilan dari perusahaan-perusahaan alat kesehatan, farmasi, AI, dan robotika China, yang menghasilkan penandatanganan perjanjian antara satu perusahaan farmasi Indonesia dan Sinovac China terkait pengembangan dan produksi vaksin.
Agendanya di Beijing ini menyusul penandatanganan perjanjian kerjasama antara Kementerian Kesehatan dan lembaga kesehatan China selama pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri China Li Qiang tahun lalu.
Kedua negara telah sepakat untuk bekerja sama dalam pengobatan tradisional China, penanganan tuberkulosis, dan pertukaran personel.
Berita terkait: Prabowo terima menteri keamanan negara China untuk pembicaraan stabilitas
Berita terkait: China tetap jadi tujuan ekspor utama Indonesia pada Jan-Nov 2025
Berita terkait: Indonesia dan China perkuat hubungan keamanan di tengah ketegangan global
Penerjemah: Desca Lidya, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026