Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia terus memperkuat koordinasi untuk mendukung kelancaran lalu lintas kapal-kapalnya di wilayah Teluk Persia agar dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.
Juru bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan kementeriannya telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan proses ini berjalan lancar sekaligus menjaga ketahanan pasokan energi nasional.
"Dalam proses ini, bukan hanya muatan kargo, tapi keselamatan awak kapal adalah prioritas utama pemerintah," kata Anggia dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu.
Sebelumnya, Juru Bicara Kemenlu, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyebutkan pihaknya bersama Kedutaan Besar RI di Tehran telah berkoordinasi secara intens dengan pihak-pihak terkait di Iran untuk memastikan keamanan kapal dan awak berkebangsaan Indonesia.
"Sudah ada respons positif dari pihak Iran. Saat ini sedang ditindaklanjuti oleh pihak terkait pada aspek teknis dan operasionalnya," ujar Mulachela.
Sementara itu, perusahaan minyak dan gas negara, Pertamina, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah dalam menangani situasi ini.
Saat ini, subholdingnya PT Pertamina International Shipping sedang mempersiapkan aspek teknis dan administratif untuk memastikan kapalnya, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi selat tersebut dgn selamat.
"Prioritas kami adalah keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia agar proses ini dapat berjalan lancar," kata Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina, Muhammad Baron.
Lebih lanjut, untuk menjaga ketahanan pasokan bahan bakar dalam negeri, Anggia menyatakan pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber energi dengan membuka opsi pasokan minyak mentah dan bahan bakar dari wilayah di luar Timur Tengah.
Berita terkait:
- Indonesia mulai pembicaraan untuk amankan lintasan tanker di Hormuz
- RI dalam pembicaraan intens dengan Iran untuk pastikan tanker Pertamina tinggalkan Hormuz
- Penghentian impor solar Indonesia perkuat pasokan hadapi risiko global
Penerjemah: Kelik, Kenzu
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026