Saham Eli Lilly: Ungguli Nasdaq?

Eli Lilly dan Perusahaan (LLY) adalah perusahaan farmasi global dengan nilai pasar $1 triliun. Mereka fokus buat bikin dan jual obat untuk penyakit kayak diabetes, obesitas, kanker, imunologi, saraf, dan penyakit jantung. Didirikan tahun 1876 dan kantor pusatnya di Indianapolis, Indiana, perusahaan ini adalah salah satu pembuat obat terbesar di dunia yang terkenal banget di bidang diabetes dan pengobatan penurunan berat badan.

Perusahaan bernilai $200 miliar atau lebih biasnya disebut “saham mega-cap,” dan Eli Lilly masuk kategori itu, dengan nilai pasar jauh di atas batas tersebut. Valuasi besar ini mencerminkan pengaru dan kepemimpinan kuat mereka di industri farmasi global, terutama di pasar diabetes dan obesitas yang lagi berkembang cepat karena obat blockbuster kayak Mounjaro dan Zepbound.

Berita Lainnya dari Barchart

Saham LLY sekarang diperdagangkan 4.5% di bawah tertinggi 52 minggunya di $1,133.95 yang dicapai Januari 2026. Sahamnya udah naik 2.9% dalam tiga bulan terakhir, lebih rendah dibanding indeks Nasdaq Composite ($NASX) yang naik 17.7% di periode sama.

www.barchart.com

Secara tahun berjalan, saham Eli Lilly naik sedikit, sedangkan indeks lebih luas naik 14.8%. Namun, dalam 52 minggu terakhir, Eli Lilly outperformed pasar, dengan saham naik 49.3% dibandinkan kenaikan indeks acuan 38.9%.

Saham ini juga realistis dapat momentum teknikal, kembali naik di atas rata-rata 50 hari dan 200 hari di awal bulan ini, yang menandakan sentimen investor makin baik dan tren harga semakin kuat.

www.barchart.com

Sejak akhir April, saham Eli Lilly udah naik hampir 25%, didorong oleh momentum portfolio GLP-1 serta kepercayaan investor yang meningkat pada prospek pertumbhan jangka panjang. Kenaikan ini berlanjut sampai Selasa dan Rabu setelah Lilly ngumumin akuisisi hampir $4 miliar terhadap tiga perusahaan pengembang vaksin swasta, yang makin memperkuat sentimen bullish. Transaksi Curevo ngasih Lilly pesaing potensial untuk vaksin herpes zoster milik GSK, Shingrix, dengan kandidat yang efektivitasnya mirip tapi efek samping lebih sedikit. Akuisisi The Vaccine Co. nambahin platform vaksin nanopartikel berskala dan kandidat vaksin virus Epstein-Barr, sementara pembelian LimmaTech perkuat posisi Lilly dalam melawan resistensi antimikroba lewat vaksin untuk infeksi bakteri berbahaya.

MEMBACA  HASI (HA Sustainable Infrastructure Capital, Inc.): Teori Dasar untuk Prediksi Kenaikan Harga Saham

Saingan Eli Lilly, Johnson & Johnson (JNJ), unjuk gigi dengan naik 50.9% dalam 52 minggu terahkir dan naik 11.8% tahun ini.

Meski gitu, dari 30 analis yang ngeliput saham ini, peringkat keseluruhan adalah “Strong Buy.” Selain itu, target harga rata-rata $1,246.46 ngasih sinyal premium 15.1% dari harga pasar skarang.

Pada tanggal publikasi, Kritika Sarmah tidak punya posisi (langsung atau tidak langsung) di sekuritas mana pun yang disbeut di artikel ini. Semua informasi dan data dalam artikel ini cuma untuk tujuan informasi saja. Artikel ini aslinya diterbitkan di Barchart.com.

Tinggalkan komentar