Minggu, 29 Maret 2026 – 00:04 WIB
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, menanggapi polemik paspor yang dialami pemain Timnas Indonesia, Dean James, di Belanda. Dia memastikan proses tersebut sedang ditangani di negara yang bersangkutan dan meminta publik untuk tidak khawatir.
Arya menjelaskan bahwa PSSI terus memantau perkembangan situasi itu, meskipun proses administrasi berlangsung di Belanda. Dia menegaskan pihaknya menunggu penyelesaian dari otoritas terkait disana.
“Prosesnya kan bukan disini, tapi disana. Jadi, ya kami tunggu saja dari sana, pasti ada solusi-solusi untuk masalah itu,” kata Arya kepada media di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat 27 Maret 2026.
Arya menegaskan bahwa dicoretnya Dean James dari skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 bukan disebabkan oleh masalah paspor. Dia memastikan semua administrasi pemain tersebut di Indonesia tidak ada kendala.
“Tidak ada urusan sama itu, tidak ada hubungannya. Yang diributkan kan bukan cuma dia. Jadi, jangan khawatir, yang pasti administrasi disini semua sudah selesai,” ujarnya.
Sebelumnya, polemik status Warga Negara Indonesia (WNI) Dean James muncul setelah NAC Breda mengajukan protes kepada KNVB untuk meninjau ulang pertandingan melawan Go Ahead Eagles pada Eredivisie, 15 Maret 2026.
Permintaan itu diajukan setelah NAC Breda kalah 0-6 dari Go Ahead Eagles. Mereka menyoroti dugaan ketidaksesuaian status hukum Dean James yang tampil selama 75 menit dalam pertandingan.
Dalam pernyataan resmi klub, NAC Breda menilai perlu investigasi untuk memastikan apakah pertandingan itu sah atau harus dinyatakan tidak berlaku. Mereka menyebut ada indikasi pemain yang tampil tidak memenuhi syarat hukum untuk bekerja di Belanda, sehingga berpotensi tidak memenuhi syarat bermain.
"NAC telah mengajukan permohonan kepada KNVB untuk menilai apakah pertandingan melawan Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026 harus dinyatakan tidak sah dan diulang."
"Hal ini karena ada indikasi bahwa dalam tim Go Ahead Eagles ada pemain yang tampil meskipun menurut hukum Belanda tidak diizinkan bekerja di Belanda, jadi tidak memenuhi syarat untuk bermain."
"Setelah KNVB mengambil keputusan, NAC akan memberikan pembaruan tentang hal ini," demikian pernyataan resmi di situs NAC Breda.
Menanggapi polemik tersebut, Direktur Go Ahead Eagles, Jan Willem van Dop, menyampaikan keberatan keras terhadap langkah NAC Breda. Dia menilai upaya meminta pertandingan diulang tidak berdasar.