Jumlah prajurit Amerika yang terluka dalam perang Iran sudah melebihi 300 orang. Lebih dari dua lusin tentara terluka minggu ini karena serangan ke pangkalan udara Saudi.
Iran menembakkan enam rudal balistik dan 29 drone ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi pada serangan Jumat lalu. Setidaknya 15 tentara terluka, termasuk lima yang luka parah, menurut dua sumber yang tahu masalah ini. Awalnya, pejabat AS melaporkan sedikitnya 10 tentara AS cidera, dengan dua orang luka serius.
Lebih banyak pasukan Amerika sedang menuju Timur Tengah. Kapal Angkatan Laut yang membawa sekitar 2.500 marinir sudah tiba di kawasan itu, menurut Komando Pusat AS yang diumumkan Sabtu. USS Tripoli, sebuah kapal serang amfibi, beserta elemen dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang ada di atasnya, biasanya bermarkas di Jepang. Mereka sedang latihan di area sekitar Taiwan ketika dapat perintah untuk pergi ke Timur Tengah hampir dua minggu yang lalu.
Komando Pusat menyatakan, selain marinir, Tripoli juga membawa pesawat angkut dan pesawat tempur, serta aset serang amfibi ke region tersebut. USS Boxer dan dua kapal lain, bersama Unit Ekspedisi Marinir tambahan, juga diperintahkan ke wilayah itu dari San Diego.
Sebelum kedatangan marinir, militer AS sudah membangun kekuatan Amerika terbesar di region itu dalam lebih dari 20 tahun. Termasuk dua kapal induk, beberapa kapal perang lain, dan sekitar 50.000 pasukan. USS Gerald R. Ford, kapal induk terbaru AS, baru saja meninggalkan Timur Tengah untuk perbaikan dan persediaan di Eropa setelah kebakaran di ruang cuci yang mempengaruhi beberapa ruang tidur kapal.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio berkata Jumat bahwa Amerika Serikat bisa mencapai tujuannya “tanpa pasukan darat”. Tapi dia juga bilang Trump “harus siap untuk berbagai kemungkinan” dan bahwa pasukan Amerika tersedia “untuk memberi presiden pilihan dan kesempatan maksimal untuk menyesuaikan diri jika ada keadaan darurat”.
Pangkalan Saudi itu sudah diserang dua kali lebih awal minggu ini. Termasuk satu insiden yang melukai 14 tentara AS, menurut sumber-sumber yang tidak berwenang bicara publik dan berbicara dengan syarat anonim. Di serangan lain, tidak ada yang terluka tetapi sebuah pesawat AS rusak.
Pangkasan yang jaraknya sekitar 96 kilometer dari ibu kota Saudi, Riyadh, ini dioperasikan oleh Angkatan Udara Kerajaan Saudi, tetapi juga dipakai pasukan AS. Instalasi ini sudah jadi target hampir sejak perang dimulai, yang pada Sabtu mencapai tanda satu bulan.
Sersan Angkatan Darat Benjamin N. Pennington, 26 tahun, terluka selama serangan 1 Maret di pangkalan itu dan meninggal beberapa hari kemudian. Dia adalah satu dari 13 anggota dinas militer yang telah tewas dalam perang.
Pentagon tidak langsung membalas email yang meminta komentar Sabtu mengenai korban Amerika di pangkalan Saudi itu.
Komando Pusat menyatakan Jumat bahwa lebih dari 300 anggota dinas militer telah terluka dalam perang. Kebanyakan sudah kembali bertugas, sementara 30 masih belum bisa bertugas dan 10 dianggap luka parah.
Iran telah membalas serangan oleh Amerika Serikat dan Israel dengan serangan terhadap Israel dan negara-negara Arab Teluk tetangga. Perang ini telah mengacaukan perjalanan udara global, menggangu ekspor minyak, dan menyebabkan harga bahan bakar melonjak. Cengkeraman Iran di Selat Hormuz, jalur air strategis, telah memperburuk dampak ekonominya.
Dengan dampak ekonomi yang menjalar jauh melampaui Timur Tengah, Presiden Donald Trump berada di bawah tekanan yang bertambah untuk menghentikan cengkeraman Iran di selat itu. Serangan terbaru ke pangkalan udara Saudi terjadi setelah Trump klaim pembicaraan untuk mengakhiri perang berjalan “sangat baik”.
Trump bilang dia memberi Teheran waktu sampai 6 April untuk membuka kembali selat itu. Iran mengatakan mereka tidak terlibat dalam perundingan apapun.