Istri Netanyahu Serukan Akhiri Perundungan Usai Putranya Menjadi Korban

Minggu, 29 Maret 2026 – 00:10 WIB

VIVA – Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, menggelar KTT Koalisi Global Fostering the Future Together pada Selasa, 24 Maret 2026. Acara yang dihadiri lebih dari 40 negara ini menekankan pentingnya perluasan akses pendidikan dan teknologi untuk anak-anak di seluruh dunia.

Dalam acara tersebut, Sara Netanyahu, istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, juga hadir dan menarik perhatian. Ia menyampaikan pidato yang menekankan pentingnya perlindungan dan pendampingan untuk anak-anak saat menggunakan media sosial.

“Anak-anak tidak bisa berjalan sendirian di dunia digital. Mereka butuh perlindungan, arahan, serta orang dewasa yang bertanggung jawab untuk memastikan ruang online tetap positif, etis, dan mendidik,” ujar Netanyahu, salah satu dari 45 perwakilan negara yang hadir, seperti dikutip dari Times of Israel, Minggu (29/3/2026).

Dalam pidatonya, Sara Netanyahu juga membagi pengalaman tidak mengenakkan yang dialami anak-anaknya di media sosial. Ia menyebut putra-putranya sering mengalami perundungan dan kekerasan verbal secara daring karena status mereka sebagai anak seorang perdana menteri. Belajar dari pengalaman itu, ia berharap perundungan siber dapat dihentikan.

“Sebagai seorang ibu, saya merasakan ini secara pribadi. Saat membesarkan anak-anak, saya sadar dunia berubah sangat cepat, membawa tantangan baru tiap generasi. Anak-anak saya di-bully dan mendapat kekerasan hanya karena mereka anak perdana menteri. Kita harus mengecam serangan pribadi terhadap anak dalam situasi apa pun, baik langsung maupun yang terus terjadi di dunia maya,” tambahnya.

Putra sulung Netanyahu, Yair Netanyahu (34), diketahui sering menjadi sasaran kritik dari penentang pemerintah Israel karena aktivitasnya di media sosial yang kerap memicu kontroversi. Ia berulang kali berselisih dengan tokoh publik, dalam dan luar negeri, serta beberapa kali berhadapan dengan tuntutan hukum. Pada Agustus tahun lalu, ia pernah menuduh Kepala Staf IDF Letjen Eyal Zamir berada di balik pemberontakan dan rencana kudeta, setelah muncul laporan bahwa Zamir tidak setuju dengan pendekatan pemerintah dalam operasi di Gaza.

MEMBACA  Badan Mata-mata MI6 Inggris Akan Dipimpin oleh Bos Wanita untuk Pertama Kali

Tinggalkan komentar