Jakarta (ANTARA) – Menteri Haji dan Umrah Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menekankan bahwa persiapan operasional Indonesia untuk perjalanan haji 2026 berjalan sesuai rencana, dengan kemajuan hampir mencapai 100 persen.
“Kami terus menyelesaikan kesiapan operasional. Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan dan keamanan jamaah melalui langkah-langkah mitigasi yang komprehensif,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima di Jakarta pada Sabtu.
Kementerian Haji dan Umrah Indonesia berkomitmen untuk memastikan ibadah tahun ini mencerminkan pelayanan publik yang lancar, transparan, bersih, serta bebas dari segala bentuk penyimpangan.
Menteri Yusuf menyoroti bahwa Jawa Timur, provinsi dengan kuota jamaah terbesar di Indonesia, menjadi barometer strategis untuk kesuksesan operasional haji nasional.
Menyangkut pengelolaan dana haji—yang totalnya sekitar Rp18 triliun (sekitar US$1 miliar)—dia menekankan pentingnya akuntabilitas dalam setiap proses penganggaran.
Untuk memastikan transparansi, kementerian telah melibatkan pengawasan profesional dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, dan Kepolisian Negara (Polri) untuk memantau pengadaan dan tata kelola keuangan.
Langkah-langkah ini mengikuti arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan pelayanan haji yang transparan dan berpusat pada kepuasan jamaah.
Sebelumnya, kementerian telah menerbitkan rencana haji 2026: jamaah akan mulai masuk asrama haji pada 21 April, dengan gelombang pertama berangkat tanggal 22 April dan gelombang kedua pada 7 Mei. Jamaah yang pulang dijadwalkan tiba di tanah air antara 1 Juni hingga 1 Juli 2026.
Berita terkait: Duta Besar Arab Saudi mengatakan haji 2026 akan berlanjut meskipun ada ketegangan Timur Tengah
Berita terkait: Pemerintah RI konfirmasi keberangkatan haji 2026 tetap sesuai jadwal
Penerjemah: M Riezko, Raka Adji
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026