Sabtu, 28 Maret 2026 – 17:00 WIB
VIVA – Seorang pejabat dari Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa batas usia minimal untuk ikut dalam peran pendukung terkait perang sekarang diturunkan jadi 12 tahun. Pernyataan ini disampikan dalam siaran media pemerintah.
Pejabat bidang budaya Garda Revolusi di Teheran, Rahim Nadali, menjelaskan ada sebuah inisiatif bernama “For Iran” yang sedang merekrut peserta untuk membantu berbagai kegiatan seperti patroli, penjagaan pos pemeriksaan, hingga dukungan logistik.
Dia bilang keputusan menurunkan batas usia ini diambil karena semakin banyak anak-anak yang secara sukarela mau terlibat. Menurutnya, anak berumur 12 sampai 13 tahun sekarang diperbolehkan ikut serta jika mereka memang ingin.
Pernyataan ini disiarkan sebagai bagian dari liputan media pemerintah tentang upaya perang yang sedang berlangsung, seperti dilansir dari laman Iran Internasional, Sabtu 28 Maret 2026.
Pengumuman ini kembali memicu kekhawatiran tentang keterlibatan anak di bawah umur dalam aktivitas yang berhubungan dengan keamanan di Iran.
Sebelumnya, saat gelombang protes pada tahun 2022 yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini, beredar sejumlah gambar di media sosial yang menunjukkan anak-anak dan remaja memakai seragam bergaya militer lengkap dengan alat pelindung. Hal ini menuai kritik dari para pegiat hak anak.
Kebijakan ini juga dinilai bertentangan dengan komitmen Iran terhadap Konvensi Hak Anak, yang melarang keterlibatan anak-anak dalam aktivitas militer.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia juga berulang kali menuduh otoritas Iran melakukan kekerasan terhadap anak-anak dalam berbagai aksi penindakan sebelumnya. Pusat Hak Asasi Manusia di Iran menyebutkan bahwa lebih dari 200 anak tewas akibat tindakan aparat keamanan selama gelombang protes di awal 2026.
Selain itu, Amnesty International dan Human Rights Watch juga telah mendokumentasikan kasus anak-anak yang ditembak, ditahan, dan mengalami kekerasan selama demonstrasi. Mereka menilai aparat pemerintah menggunakan kekuatan mematikan terhadap anak di bawah umur, yang jelas melanggar hukum internasional.