Sabtu, 28 Maret 2026 – 15:36 WIB
Jakarta, VIVA – Kebutuhan masyarakat untuk makanan yang praktis dan gampang disajikan mendorong pengusaha UMKM untuk terus berinovasi menciptakan produk yang relevan dengan kegiatan sehari-hari. Hal ini terlihat dari usaha Bakpao Gandum RoyalKueID, kuliner dari Jakarta Utara yang menawarkan bakpao berbahan gandum sebagai pilihan sarapan atau camilan keluarga.
Bakpao Gandum RoyalKueID menghadirkan produk dari gandum yang mudah disiapkan dan cocok untuk sarapan maupun camilan. Dengan rasa yang disesuaikan selera keluarga, bakpao ini menjadi alternatif makanan yang mudah dinikmati, terutama oleh anak-anak. Salah satu varian paling favorit pelanggan adalah ayam jamur.
Co-founder Bakpao Gandum RoyalKueID, Yusnianti, mengatakan bahwa usaha ini bermula dari ide sederhana yang lalu berkembang jadi peluang bisnis.
“Awalnya ide sudah muncul di 2023, kita produksi untuk konsumsi sendiri lalu mulai berani menawarkan ke keluarga dan teman di akhir 2023. Dulu kami cuma buka PO (pre-order) di lingkaran sendiri dan ternyata responsnya bagus, sehingga memberi kami keberanian dan peluang untuk buka outlet pertama di akhir tahun 2024,” jelasnya.
Seiring perkembangan usaha, Bakpao Gandum RoyalKueID sekarang memasarkan produk lewat berbagai saluran, mulai dari gerai offline, reseller, marketplace, social commerce, hingga B2B dan ikut berbagai pameran. Jangkauan pasarnya juga terus meluas, tidak hanya secara lokal, tetapi juga sampai pembeli antar kota bahkan antar pulau.
Dalam mendukung operasional, Bakpao Gandum RoyalKueID memanfaatkan layanan QRIS BRI untuk mempermudah transaksi dengan reseller, sehingga proses bayar menjadi lebih praktis. Di sisi lain, Yusnianti juga aktif meningkatkan kemampuannya mengelola usaha lewat platform LinkUMKM BRI sebagai sarana belajar dan pengembangan usaha.
“Sejak buka outlet pertama di akhir 2024, saya sadar bahwa untuk berkembang saya perlu tambah pengetahuan. Syukurlah, kami dapat saran dari keluarga yang sudah gabung dengan LinkUMKM BRI. Dari situ saya mulai cari lebih banyak informasi dari berbagai sumber, termasuk medsos dan website. Saya masih ingat, kelas pertama yang saya ikuti adalah setelah Lebaran tahun 2025,” ungkapnya.
Halaman Selanjutnya
BRI melalui platform LinkUMKM terus menghadirkan ekosistem pembelajaran dan pendampingan bagi pengusaha UMKM di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta UMKM sebagai sarana peningkatan kapasitas usaha secara daring, mulai dari penguatan kompetensi hingga perluasan akses pasar.