Macy’s Luncurkan Asisten Belanja Berbasis AI, Tingkatkan Pengeluaran Pelanggan Hampir 400%

Pernah gak kamu liat di kaca dan bingung outfit mu kurang apaa? Macy’s mungkin punya jawabannya. Perusahaan ini baru saja meluncurkan chatbot AI “Ask Macy’s”, yang pakai asisten AI Gemini dari Google, dan hasilnya sukses bangeet.

Chatbot ini diluncurkan di semua platform digital perusahaan pada hari Senin, tapi sudah diuji coba ke sekitar setengah dari pengunjung website Macy’s selama beberapa minggu, kata perusahaan ke Bloomberg. Pembeli yang pakai chatbot ini belanjanya sekitar 4,75 kali lebih banyak dari yang tidak, lapor Bloomberg.

Kesuksesan cepat bot ini terjadi saat Macy’s mencoba untuk bangkit lagi setelah penjualannya turun selama satu dekade.

Awal bulan ini, perusahaan melaporkan penjualan bersih turun 2,4% tahun lalu, tapi kembali tumbuh 1,5%. Macy’s memperkirakan penjualan bersih tahun ini sekitar $21,4 sampai $21,65 miliar, sedikit kurang dari tahun lalu $21,76 miliar.

Chief Customer and Digital Officer Max Magni jelaskan bahwa pelanggan mungkin jadi lebih banyak belanja karena mereka cari barang spesifik, seperti outfit buat acara penting, bukan cuma browsing biasa. Dia curiga bot ini juga menarik lebih banyak pelanggan muda.

Fitur paling populer adalah opsi “lengkapi penampilan”, di mana bot menyarankan aksesoris untuk outfit, dan fitur coba virtual yang bikin pelanggan bisa lihat bagaimana barang itu kelihatannya dipakai. Pelanggan juga bisa pakai fitur coba virtual ini di toko, kata Chief Stores Office Barbie Cameron.

Banyak asisten belanja AI lain yang akan datang, karena banyak perusahaan ingin buat belanja online lebih mudah. Misalnya, putri Bill Gates, Phoebe Gates, buat Phia, ekstensi browser yang bandingkan harga di internet.

Dan setelah lebih dari empat tahun dalam versi beta, Marc Lore dan Melissa Bridgeford, baru luncurkan agen belanja Wizard bulan Februari lalu.

MEMBACA  Indonesia Kukuhkan Kepemimpinan dalam Solusi Iklim Berbasis Alam

“Setiap pengecer mencoba mencari tahu caranya selangkah demi selangkah,” kata Magni. “Ini permainan semua orang. Belum ada yang berhasil sepenuhnya.”

Mempersiapkan bot Macy’s butuh banyak penyesuaian, dan ribuan karyawan memberikan masukan, kata Magni. Awalnya, bot tidak pertimbangkan bahwa pembeli di iklim berbeda mungkin gak mau lihat pilihan barang yang sama.

Ada juga masalah nada, tambah Magni. Saat dia minta saran kaos untuk anaknya, bot dengan dingin kasih daftar dan tulis: “Ini kaos untuk anak 10 tahun.”

Sekarang, botnya lebih ramah. Saat ditanya lagi, bot menjawab “‘Anak umur 10 tahun bisa senang banget dengan warna – mau pilihan warna yang cerah atau yang lebih kalem?'” kata Magni. “Mesinnya terus belajar.”

Tinggalkan komentar