Pelatih Saint Kitts dan Nevis Buka Penyebab Kekalahan Telak 0-4 dari Timnas Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 – 02:01 WIB

Pelatih Saint Kitts and Nevis, Marcelo Serrano, mengungkapkan penyebab kekalahan timnya 0-4 dari Timnas Indonesia dalam laga FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat malam.

Awalnya, Serrano menjelaskan timnya bisa menjaga organisasi permainan selama sekitar 25 menit pertama sebelum kebobolan. Dia bahkan bilang Saint Kitts and Nevis sempat bikin peluang pertama yang bisa jadi gol.

“Selama 25 menit pertama kami terorganisir dengan baik. Kami dapat peluang pertama dan bisa saja jadi gol,” katanya setelah laga.

Tapi, dia akui dua gol awal Indonesia datang dari kesalahan yang sama di lini pertahana timnya. Menurutnya, pemain Indonesia bisa manfaatkan ruang dengan baik untuk ubah situasi jadi gol.

“Dua gol awal datang dari kesalahan yang sama dengan bek kami. Ada pemain yang bagus memanfaatkan ruang itu,” kata Serrano.

Selain itu, Serrano juga kasih apresiasi ke Indonesia sebagai tuan rumah. Dia sebut atmosfer stadion dan dukungan suporter jadi pengalaman sendiri buat timnya, walau stadion ga penuh.

“Ini negara yang indah dengan fans yang besar. Kami bisa lihat semangat mereka,” ujarnya.

Dia juga ucapkan terima kasih ke Indonesia dan FIFA atas penyelenggaraan turnamen ini. Menurutnya, perjalanan jauh timnya, lebih dari 24 jam, terbayar dengan fasilitas stadion dan tempat latihan yang sangat bagus.

Soal performa pemain Indonesia, Serrano bilang sudah pelajari beberapa pemain, termasuk Beckham Putra yang cetak gol. Dia nilai Beckham pemain berkualitas, dan sebut Indonesia punya banyak pemain lokal yang potensial.

“Kami sudah tau Beckham, dia pemain yang bagus. Saya yakin ada banyak pemain lokal yang bagus di Indonesia,” katanya.

MEMBACA  Produsen mobil dan perusahaan asuransi bersiap untuk dampak runtuhnya jembatan di Baltimore

Serrano juga soroti mental timnya setelah ketinggalan dua gol. Dia akui kondisi itu pengaruhi psikologis, tapi tegasin para pemain tetap tunjukkan mental kuat.

“Dengan ketinggalan dua gol dari kesalahan yang sama, pasti pengaruh mental. Tapi pemain kami punya mental kuat dan kami akan bangkit,” tegasnya.

Tinggalkan komentar