Norway Alokasikan Tambahan Rp172 Triliun untuk Anggaran Pertahanan dalam Satu Dekade

Norwegia, bersama dengan negara-negara NATO lainnya, telah berada di bawah tekanan dari AS untuk meningkatkan belanja pertahanan.

Diterbitkan Pada 27 Mar 202627 Mar 2026

Pemerintah Norwegia menyatakan akan menaikkan belanja pertahanan menjadi 3,5 persen dari produk domestik bruto guna mengimbangi kenaikan biaya peralatan militer dan menyesuaikan diri dengan pelajaran dari perang di Ukraina.

Kenaikan yang diusulkan ini akan mencapai 115 miliar kroner (US$11,84 miliar) dan akan dialokasikan selama 10 tahun ke depan, selaras dengan komitmen negara tersebut di NATO.

Rekomendasi Cerita

list of 4 itemsend of list

“Kami… mengalokasikan peningkatan sumber daya yang signifikan untuk rencana jangka panjang, sembari secara cermat mempertimbangkan prioritas yang diperlukan untuk memperkuat kemampuan pertahanan Norwegia dengan cepat,” ujar Perdana Menteri Jonas Gahr Stoere kepada para wartawan pada Jumat.

Norwegia, layaknya negara-negara NATO lain, meningkatkan anggaran pertahanan sebagai dampak dari perang Rusia di Ukraina. Negara-negara NATO juga semakin mendapat tekanan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menuduh beberapa anggota tidak membayar iuran dan terlampau bergantung pada AS.

Otoritas setempat menyatakan bahwa peningkatan belanja ini akan mencakup dukungan bagi Ukraina dalam perang melawan Rusia. Norwegia berbatasan dengan Rusia di sebelah timur lautnya.

Dalam sebuah pernyataan, pemerintah merinci beberapa prioritas, termasuk rencana pembuatan kapal selam dan fregat baru, serta peningkatan infrastruktur pertahanan kritis.

Disebutkan pula bahwa Norwegia akan berupaya memperkuat kemampuan perang elektronik, pertahanan udara jarak dekat, dan sistem otonom.

Norwegia memperkirakan akan menerima kapal selam pertama yang dipesan dari Jerman pada tahun 2029. Dua fregat yang dibeli dari Inggris juga diharapkan tiba masing-masing pada tahun 2030 dan 2032.

MEMBACA  Jokowi mendorong penduduk untuk melaporkan kecurangan pemilu kepada otoritas

Menteri Pertahanan Tore Sandvik menyatakan bahwa meskipun anggaran meningkat, pengadaan sistem pertahanan udara anti-balistik serta drone pengawas maritim akan mengalami penundaan.

Tinggalkan komentar