Jakarta (ANTARA) – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerukan agar museum-museum di Indonesia mendigitalisasi koleksinya dan memperkuat penyampaian cerita untuk lebih menarik perhatian generasi muda, khususnya Generasi Z.
"Memperkuat storytelling dan elemen digital sangat penting bagi museum untuk terhubung dengan generasi muda, terutama Gen Z," ujar Menteri dalam kunjungannya ke Museum Radya Pustaka di Surakarta, Jawa Tengah, pada Jumat.
Museum Radya Pustaka, yang berdiri sejak 1890, merupakan salah satu museum tertua di Indonesia. Museum ini menyimpan beragam koleksi penting, seperti naskah kuno, artefak budaya Jawa, wayang, keris, alat musik gamelan, serta patung-patung dari masa Hindu-Buddha.
Fadli menekankan, peningkatan tata pamer, alur narasi, dan adaptasi digital sangat krusial agar museum tetap menarik dan relevan bagi pengunjung muda.
Ia menambahkan, museum seharusnya tidak hanya menjadi penyimpan benda masa lalu, tapi juga jadi ruang belajar untuk memahami masa kini dan membentuk masa depan.
Fadli juga mendorong museum agar memperkuat penyajian koleksinya sehingga lebih atraktif, sembari terus berfungsi sebagai penampil budaya dan peradaban bangsa serta membantu meningkatkan kesadaran generasi muda akan identitas dan sejarah Indonesia.
Indonesia saat ini memiliki 516 museum yang terdaftar dan berstandar, yang mencerminkan upaya berkelanjutan untuk memperkuat infrastruktur budaya dan meningkatkan tata kelola museum di seluruh tanah air.
Pemerintah juga telah meresmikan 15 museum baru pada tahun 2025 dan melakukan revitalisasi terhadap 152 situs cagar budaya dan museum untuk mendukung pelestarian dan memperluas akses publik.
Berita terkait: Indonesia revitalizes 152 cultural heritage sites, museums in 2025
Berita terkait: Gov’t to revitalize Pasir Angin Site Museum to attract young visitor
Berita terkait: Indonesia’s National Museum raises fees to improve services
Translator: Livia Kristianti, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026