Pengumuman ini merupakan contoh terbaru Trump secara harfiah mencapkan namanya pada lembaga-lembaga AS.
Diterbitkan Pada 27 Mar 2026
Tanda tangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump segera akan menghiasi mata uang negara itu, sejalan dengan rencana peringatan 250 tahun Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli.
Langkah yang diumumkan Departemen Keuangan AS pada Kamis ini merupakan kali pertama bagi seorang presiden yang masih menjabat.
Rekomendasi Cerita
Hingga kini, uang kertas AS—yang terbagi dalam nominal $1, $2, $5, $10, $20, $50, dan $100—hanya menampilkan tanda tangan Menteri Keuangan dan Bendahara.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Trump telah menempatkan negara pada jalur “pertumbuhan ekonomi tak terdahulu” serta “kekuatan dan stabilitas fiskal,” dan perubahan ini sebagai pengakuan atas “prestasi historis”nya.
Di bawah kepemimpinan Trump, pertumbuhan ekonomi secara umum selaras dengan tren pascapandemi yang diawasi pendahulunya dari Partai Demokrat, Joe Biden.
Produk Domestik Bruto (PDB) AS tumbuh 2,2 persen pada 2025, sedikit di bawah rata-rata ekspansi 2,5 persen pada periode 2022-2024.
Gubernur California Gavin Newsom, yang kerap dianggap calon kuat nominasi presiden dari Demokrat pada 2028, menyindir pengumuman Departemen Keuangan tersebut.
“Kini masyarakat AS tahu persis siapa yang harus disalahkan saat mereka membayar lebih untuk belanja, bensin, sewa, dan layanan kesehatan,” ungkap Newsom dalam sebuah unggahan di media sosial.
Langkah terbaru pemerintahan Trump yang mendobrak preseden ini muncul sepekan setelah Komisi Seni Rupa AS, yang dipimpin oleh orang yang ditunjuk Trump, Rodney Mims Cook Jr, menyetujui pencetakan koin emas peringatan yang menampilkan gambar presiden dari Partai Republikan tersebut.
Pengumuman itu, yang memanfaatkan celah hukum yang melarang penggambaran presiden yang masih hidup pada mata uang yang beredar, memicu kecaman dari para pengkritik yang menyamakannya dengan perilaku diktator dan raja.
Trump, yang gencar mempromosikan merek pribadinya selama karier sebagai mogul properti, telah melabeli namanya pada daftar institusi dan proyek yang semakin panjang sejak kembali ke Gedung Putih, termasuk Pusat Seni Pertunjukan John F. Kennedy, Institut Perdamaian AS, dan kelas kapal perang baru yang akan datang.