Jayapura (ANTARA) – Pasukan Indonesia menyita senjata api dan amunisi setelah bentrokan dengan kelompok bersenjata yang diduga separatis di Papua Tengah, kata pihak militer pada Rabu. Hal ini terjadi saat aparat keamanan meningkatkan patroli di wilayah yang rawan tersebut.
Patroli gabungan dibawah Komando Operasi TNI (Koops TNI) menemukan dua senjata api dan 22 butir amunisi berbagai kaliber dari sebuah rumah yang diyakini pernah digunakan sebagai markas oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di daerah Topo, Kabupaten Nabire.
Juru bicara Koops TNI, Letnan Kolonel Wirya Arthadiguma, menyatakan senjata-senjata itu ditemukan setelah pasukan terlibat baku tembak dengan diduga anggota kelompok tersebut dekat kampung Topo pada Sabtu.
“Sebelum menemukan rumah yang kemudian diidentifikasi sebagai markas KKB, terjadi tembak-menembak di area Topo,” kata Wirya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta.
Dia mengatakan pasukan awalnya mendeteksi aktivitas mencurigakan di suatu lokasi yang diduga dipakai kelompok tersebut. Saat pasukan mendekat, terjadi kontak senjata yang membuat para tersangka melarikan diri ke hutan sekitarnya.
Setelah mengamankan area, pasukan menemukan sebuah rumah berisi senjata api, amunisi, bendera Bintang Kejora, serta peralatan lain yang diduga milik kelompok itu.
“Barang bukti yang diamankan antara lain satu pucuk pistol P1, satu senjata angin, 14 butir amunisi kaliber 5,56 mm, dan delapan butir amunisi 9 mm,” ujar Wirya.
Pihak militer tidak melaporkan korban jiwa dan menyatakan situasi telah dapat dikendalikan.
Pasukan keamanan di Papua kerap melakukan patroli di daerah-daerah yang dianggap rawan serangan kelompok bersenjata, yang oleh pemerintah diklasifikasikan sebagai separatis kriminal.
Wirya menegaskan Koops TNI Papua berkomitmen untuk mengintensifkan patroli guna menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata.
“Koops TNI berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Papua dan melindungi masyarakat dari ancaman, khususnya kelompok bersenjata, melalui tidakan terukur sesuai prosedur,” tegasnya.
Otoritas telah meningkatkan operasi dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari upaya lebih luas menahan kekerasan dan menjamin keamanan di wilayah itu. Pihak militer menyatakan patroli akan terus dilakukan untuk mempertahankan lingkungan yang kondusif dan mencegah gangguan lebih lanjut terhadap keamanan publik.
Berita terkait: Polisi Papua Tengah rencanakan ekspansi Brimob untuk perkuat keamanan
Berita terkait: TNI bebaskan kampung di Papua, netralkan 14 pemberontak
Penerjemah: Evarukdijati, Rahmad Nasution
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026