Para mahasiswa desain tidak memulai karier di lapangan atau di tempat latihan tembak. “Kamu mulai dari Adobe Suite, bukan?” kata Thompson. “Langsung bekerja secara digital, menciptakannya, mencetaknya, membuat seragam darinya. Satu kali revisi, dua kali, terus-terusan.” Proses itu penuh dengan tebakan. Saat itu belum ada pengukuran yang andal untuk menguji efektivitas kamuflase. “Mata manusia, pengguna, dan prajurit di lapangan tahu mana yang bagus atau buruk, tetapi untuk menjadikannya sebuah tes yang bisa direplikasi di berbagai kesatuan tentara akan sangat, sangat sulit,” ujar Thompson.
Namun demikian, Crye Precision cukup yakin mereka telah menemukan sesuatu yang istimewa. Pada awal tahun 2000-an, mereka mempresentasikan konsep kamuflase multi-lingkungan kepada militer Amerika Serikat. Crye memperjelas bahwa mereka berniat mematenkan pola ini, yang desain awalnya dinamai Scorpion. Pada 2004, mereka berhasil mematenkannya dan menamainya MultiCam. Sekitar waktu yang sama, ketika militer membuka kesempatan pengajuan untuk kamuflase Angkatan Darat yang baru, Crye mengajukan MultiCam. Pola itu ditolak.
Alih-alih, Angkatan Darat AS mengumumkan bahwa mereka telah mendesain versi sendiri dari pola kamuflase serba guna yang dapat menyamar di sebagian besar lingkungan. Pola itu disebut Universal Camouflage Pattern (UCP)—sebuah pola digital berpiksel yang tampak seolah-olah seseorang mengunggah gambar kamuflase dengan resolusi sangat rendah. Ketika UCP diadopsi secara luas di seluruh Angkatan Darat pada 2005, pola itu menjadi, menurut kata sejarawan kostum dan jurnalis Charles McFarlane, “salah satu pola kamuflase yang paling banyak dicela sepanjang masa.” Kit Parker, seorang profesor Harvard dan reservis Angkatan Darat yang bertugas di Afghanistan pada 2009, mengenakan UCP. “Kami ditembaki oleh para penembak jitu Chechen dari jarak jauh,” katanya kepada jurnalis Ilya Marritz. “Rasanya seperti ada suar darurat yang ditempelkan di dahi saya.”
Satu-satunya prajurit yang pada dasarnya dapat memilih untuk tidak mengenakan UCP adalah anggota Pasukan Operasi Khusus AS. Tim elit seperti Delta Force, SEAL Team Six, dan Green Berets memiliki kelonggaran lebih dalam hal pakaian mereka. “Setiap unit, baik konvensional maupun khusus, memiliki apa yang disebut prosedur operasi standar taktis, atau buku biru,” kata seorang penerjun payung dari 82nd Airborne kepada saya. Buku biru itu akan menguraikan “item pihak ketiga yang diizinkan untuk dipakai.” Untuk Pasukan Khusus, “biasanya aturannya cukup longgar.” Ia mengatakan memiliki kawan di operasi khusus yang memakai sepatu sneaker, dan dia pernah mendengar tentang seseorang yang memakai Vans high-tops.
Oleh karena itu, Pasukan Khusus merupakan audiens yang sempurna untuk MultiCam. Kamuflase mutakhir ini mulai dikenakan oleh beberapa prajurit paling elit di militer AS, banyak di antaranya telah bertemu Thompson dan Crye selama kunjungan berulang duet tersebut ke Fort Benning. “Merekalah orang-orang yang memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan sendiri,” kata Thompson, “dan mungkin juga sedikit lebih terbuka terhadap hal-hal yang dianggap gila.” Crye mulai memproduksi kamuflase mereka, menjual produk MultiCam sendiri di masa-masa awal e-dagang dan juga melisensikan polanya.