Kamis, 26 Maret 2026 – 07:33 WIB
Semarang, VIVA – Polri tetap fokus pada pengamanan arus lalu lintas mudik Lebaran 2026 lewat Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Ini menyusul masih adanya 42 persen pemudik yang belum masuk ke Jakarta.
“Kalau kami lihat dari proyeksinya, masih 42 persen yang belum masuk ke Jakarta. Ini masih kami kelola. Tentunya Operasi Ketupat Mabes Polri sudah selesai, tetapi kegiatan rutin kepolisian ditingkatkan,” kata Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (26/3) dini hari.
Ia mengatakan petugas kepolisian masih berada di lapangan untuk mengamankan para pemudik lokal di wilayah aglomerasi.
“Saat ini masih terjadi aglomerasi kegiatan di kampung halaman. Kemungkinan nanti pada tanggal 29 Maret akan ada puncak balik yang kedua. Ini sudah kami siapkan,” ucapnya.
Polri telah menutup Operasi Ketupat 2026 pada Rabu (25/3) dan melanjutkan dengan KRYD untuk mengamankan masa arus balik.
Agus menyebutkan, selama Operasi Ketupat, volume kendaraan di puncak arus mudik mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah, yakni 270.315 kendaraan. Angka ini meningkat 4,62 persen dibandingkan tahun 2025 yang sebanyak 258.512 kendaraan.
Meski padat, arus lalu lintas bisa terkendali berkat rekayasa lalu lintas, seperti sistem satu arah atau one way nasional.
Arus mudik Lebaran 2026 di jalur penyeberangan Merak–Bakauheni
Dari sisi keamanan dan ketertiban (harkamtibmas), tidak ada peristiwa yang menonjol. Pelaksanaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), dari Imlek, Nyepi, sampai Idul Fitri, berjalan kondusif. (Ant)