Gus Mus Mengingatkan: Kerugian Terbesar Umat Muslim yang Sering Tak Disadari

Rabu, 25 Maret 2026 – 23:00 WIB

Jakarta, VIVA – Tokoh Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengingatkan umat Islam tentang kerugian terbesar dalam hidup seorang Muslim. Menurut beliau, kerugian sebenarnya bukanlah kehilangan harta benda.

Berdasarkan ilmu tasawuf, Gus Mus menjelaskan bahwa kerugian (khidzlan) adalah keadaan saat seseorang tidak mendapatkan apa-apa dari hidupnya. Salah satu bentuk kerugian yang sering terjadi tapi tak disadari adalah ketika punya waktu luang tapi tidak dipakai untuk beribadah.

“Kerugian paling besar itu ketika seseorang tidak sibuk, tapi tidak mengarahkan dirinya pada Allah,” kata Gus Mus seperti dikutip dari channel YouTube NU Online.

Gus Mus mengingatkan, tujuan akhir hidup manusia adalah Allah. Seluruh perjalanan spiritual pada dasarnya adalah proses mendekat kepada-Nya.

Oleh karena itu, waktu luang seharusnya jadi kesempatan berharga untuk memperkuat hubungan spiritual. Sebaliknya, kalau waktu itu disia-siakan, maka seseorang sedang dalam keadaan rugi.

“Jika ada orang yang tidak punya pekerjaan, tidak sibuk, tapi tetap tidak memakai waktunya untuk mendekat pada Allah, maka itu kerugian yang sangat besar,” tegas Gus Mus.

Di sisi lain, Gus Mus mengakui bahwa kondisi hidup tiap orang beda-beda. Ada yang harus kerja keras mencukupi kebutuhan, ada juga yang hidup berkecukupan tanpa susah payah.

Beliau menyentil umat Muslim yang hidupnya mudah tapi tidak memanfaatkannya, malah jadi lalai. Beliau membandingkan dengan sebagian masyarakat yang waktunya terbatas untuk ibadah karena harus cari nafkah, tapi tetap berusaha menjalankan kewajiban hingga amalan sunah seperti salat dhuha dan tahajud.

“Allah sudah memudahkan hidupnya supaya bisa dekat dengan-Nya. Tapi kalau tetap tidak dilakukan, itu adalah kelalaian besar,” jelas Gus Mus.

MEMBACA  Studi Penggunaan Chatbot dari OpenAI dan Anthropic tentang Dampak Ekonomi AI yang Diperkirakan

Pesan ini jadi pengingat bagi umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan waktu yang ada. Sebab, kesempatan yang diberikan sebenarnya adalah jalan untuk semakin dekat dengan Sang Pencipta.

Tinggalkan komentar