Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa perkiraan anggaran yang diperlukan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana di Sumatera mencapai Rp130 triliun (sekitar US$7,69 miliar) selama tiga tahun.
Anggaran tersebut akan dialokasikan ke berbagai sektor yang terdampak bencana, mulai dari perumahan dan infrastruktur hingga sekolah, rumah ibadah, pusat ekonomi, dan pertanian.
Dia mengatakan di Jakarta pada Rabu bahwa Kementerian Pekerjaan Umum telah mengusulkan sekitar Rp70 triliun untuk perbaikan infrastruktur permanen.
Alokasi ini mencakup pembangunan kembali jembatan, jalan, dan fasilitas umum, serta pemulihan sistem sungai yang rusak akibat banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera pada akhir November 2025.
Jika dibagi dalam periode tiga tahun, rata-rata belanja anggaran tahunan untuk sektor pekerjaan umun secara khusus mencapai sekitar Rp20 triliun.
Selain infrastruktur jalan, sektor pendidikan menjadi prioritas dalam upaya ini, dengan permintaan perbaikan untuk lebih dari 4.000 sekolah yang rusak.
Kementerian Agama juga mengajukan anggaran untuk rehabilitasi rumah ibadah dan pondok pesantren di daerah terdampak.
Selanjutnya, pemerintah juga fokus pada sektor produktif, dengan Kementerian Pertanian meminta sekitar Rp3 triliun untuk memperbaiki sawah. Sektor kelautan dan perikanan, bersama dengan perbaikan pasar tradisional, juga termasuk dalam rencana anggaran.
Semua usulan dari kementerian, lembaga, dan pemerintah kabupaten serta kota akan diintegrasikan oleh Kementerian PPN/Bappenas ke dalam sebuah masterplan, yang ditargetkan selesai pada 1 April.
Dokumen ini menjadi persyaratan bagi Kementerian Keuangan untuk mencairkan dana bagi proses rekonstruksi dan rehabilitasi.
Karnavian menekankan bahwa masterplan harus disusun secara rinci untuk menghindari tumpang tindih anggaran antar lembaga, dan menambahkan bahwa Menteri Keuangan hanya akan mendanai program yang secara resmi tercantum dalam dokumen tersebut.
Untuk itu, dia mendesak pemerintah daerah terdampak untuk segera menyediakan data warga yang akan menerima bantuan perumahan permanen.
Berita terkait: Sumatra floods: Regions urged to complete data for permanent housing
Berita terkait: Ministry disburses Rp100.9 billion for East Aceh disaster recovery
Berita terkait: BNPB nears completion of homes for disaster-hit Aceh Tamiang people
Penerjemah: Aditya Ramadhan, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026