loading…
Chatbot AI Bisa Salah Sampai 45%. FOTO/ DAILY
LONDON – Ahli Bilang Chatbot AI Dapat Salah Hampir 45%
London – Para ahli memperingatkan bahwa konten yang dibuat oleh AI seperti ChatGPT bisa menyebarkan informasi salah hingga 45 persen dari total waktu, jadi pengguna harus berhati-hati saat menggunakannya untuk referensi.
Kevin Veale, seorang dosen senior studi media di Sekolah Humaniora, Media, dan Kreativitas di Universitas Massey (Selandia Baru), menjelaskan bahwa kecerdasan buatan generatif dipakai untuk menghasilkan teks, gambar, dan bentuk data lain berdasarkan informasi mentah yang sudah diterimanya.
Tapi, AI generatif bisa menjadi alat untuk menciptakan informasi palsu lebih cepat dari kemampuan manusia memverifikasinya. Hal ini dapat berakibat buruk di dunia nyata jika pengguna terlalu percaya padanya.
Model bahasa berskala besar, contohnya ChatGPT atau Claude, bekerja berdasarkan kemungkinan kata-kata yang muncul berdekatan untuk membentuk kalimat yang terdengar masuk akal, bukan menjamin keakuratannya.