China Petakan Dasar Laut Sampai ke Perairan Indonesia, Apa Maksudnya?

Rabu, 25 Maret 2026 – 00:05 WIB

China sedang melakukan operasi besar-besaran untuk memetakan dan memantau kondisi bawah laut di Samudra Pasifik, Hindia, dan Arktik. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pemahaman yang sangat detail tentang kondisi laut. Para ahli militer laut mengatakan informasi ini akan sangat penting dalam perang kapal selam melawan Amerika Serikat dan sekutunya.

Salah satu contohnya adalah kapal riset Dong Fang Hong 3 yang dioperasikan oleh Ocean University of China. Berdasarkan data pelacakan kapal yang dilihat Reuters, kapal ini dari tahun 2024 sampai 2025 bolak-balik berlayar di perairan sekitar Taiwan, pangkalan kuat AS di Guam, dan wilayah strategis di Samudra Hindia.

Pada Oktober 2024, kapal ini memeriksa sensor laut canggih milik China yang bisa mendeteksi objek bawah laut di dekat Jepang, menurut pihak universitas. Kapal itu kembali ke area yang sama pada Mei tahun berikutnya. Kemudian pada Maret 2025, kapal tersebut melintas di perairan antara Sri Lanka dan Indonesia, mencakup jalur menuju Selat Malaka yang merupakan titik penting untuk perdagangan maritim.

Kegiatan ini adalah bagian dari operasi pemetaan dan pemantauan laut yang lebih luas, yang melibatkan puluhan kapal riset dan ratusan sensor. Untuk melacak aktivitas ini, Reuters menganalisis dokumen pemerintah dan universitas di China, termasuk artikel jurnal dan studi ilmiah. Mereka juga melihat data pergerakan lebih dari lima tahun dari 42 kapal riset yang aktif di Samudra Pasifik, Hindia, dan Arktik, menggunakan platform pelacakan dari perusahaan Selandia Baru, Starboard Maritime Intelligence.

Meskipun riset ini punya tujuan sipil seperti memetakan area penangkapan ikan atau eksplorasi mineral, sembilan pakar perang laut yang meninjau temuan Reuters menilai kegiatan ini juga memiliki fungsi militer.

MEMBACA  Bermain Gemilang-Mencetak 35 Poin, Megawati Hangestri Pertiwi Mengaku Belum Mencapai Potensi Penuh

Untuk mengumpulkan data tentang kondisi dasar laut, kapal riset biasanya memetakan permukaan dasar laut dengan cara bergerak bolak-balik dalam jalur yang rapat. Data pelacakan menunjukkan pola pergerakan seperti ini terjadi di area yang luas di ketiga samudra tersebut.

Setidaknya delapan kapal yang dipantau Reuters diketahui melakukan pemetaan dasar laut, sementara 10 kapal lainnya dilengkapi dengan peralatan untuk kegiatan tersebut. Informasi ini berdasarkan laporan media pemerintah China, deskripsi kapal dari universitas, dan siaran pers lembaga pemerintah.

Halaman Selanjutnya

Data hasil survei ini dinilai sangat berharga untuk mempersiapkan medan tempur bagi kapal selam China, kata mantan kepala armada kapal selam Australia, Peter Scott. Menurutnya, setiap awak kapal selam militer yang berpengalaman akan berusaha memahami lingkungan operasinya secara mendalam.

Tinggalkan komentar