Harga BBM Melambung Tinggi, DoorDash Berikan ‘Bantuan Darurat’

Perang Iran telah melonjakkan harga BBM secara drastis di tengah krisis keterjangkauan nasional, sehingga DoorDash terpaksa menawarkan subsidi bagi para pengemudi pengantarnya.

AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Sebagai balasannya, Iran menutup sebagian besar lalu lintas melalui Selat Hormuz, jalur air vital yang menjadi pintu masuk ke cadangan minyak Teluk Persia. Sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia mengalir melalui selat tersebut, yang kini efektif terblokir seiring perang memasuki minggu keempat.

Akibatnya, harga melambung tinggi di seluruh dunia, khususnya di Amerika Serikat. Harga BBM di beberapa negara bagian seperti Texas dan Colorado melonjak lebih dari 30% hanya dalam dua minggu terakhir, menurut New York Times. Secara nasional, harga rata-rata BBM hanya selisih empat sen dari $4 per galon, berdasarkan data AAA.

DoorDash mengumumkan pada Senin bahwa mereka memberlakukan “program bantuan darurat” untuk meringankan beban finansial yang mungkin ditanggung oleh para pengemudinya. Pengemudi di AS yang memiliki kartu debit DoorDash Crimson Visa akan mendapat cashback 10% untuk pembelian BBM di semua SPBU, baik saat sedang mengantar maupun tidak.

Perusahaan juga akan menawarkan bantuan bahan bakar mingguan sebesar $5–15 bagi Dasher yang menempuh lebih dari 125 mil selama bekerja.

“Dasher diperkirakan dapat menghemat $1 hingga $1,50 per galon hanya dari bantuan mingguan ini, tergantung jarak tempuh mereka,” ungkap perusahaan dalam siaran persnya.

Kedua program ini akan berlaku hingga 26 April mendatang.

Selain program baru tersebut, DoorDash juga menggaungkan program yang sudah ada untuk membantu pengemudi beralih ke kendaraan listrik, seperti cashback 2% untuk pengisian daya dan diskon lainnya.

MEMBACA  Trump menamai 5 mata uang kripto untuk cadangan nasional, mengirim harga melambung | Kripto

Dengan melonjaknya harga BBM akibat perang Iran, para ahli memperkirakan pengemudi mungkin akan lebih tertarik pada kendaraan listrik dibandingkan ketidakstabilan harga BBM di tengah gejolak geopolitik. Menurut platform pembelian mobil CarEdge, pencarian online untuk model EV meningkat 20% sejak perang dimulai. Peningkatan serupa juga dilaporkan oleh retailer otomotif CarMax.

Tinggalkan komentar