Urgensi Kepentingan Nasional yang Mutlak

Minggu, 22 Maret 2026 – 22:15 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan dia tidak akan pernah mengorbankan kepentingan nasional dalam setiap kebijakan yang diambil. Hal ini termasuk dalam perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang disebut Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Menurut Prabowo, seluruh isi perjanjian sudah melalui pertimbangan yang matang sebelom disepakati oleh pemerintah. Hal ini terutama terkait penurunan tarif dari 32 persen menjadi 19 persen.

“Kita harus percaya bahwa saya selalu mengutamakan kepentingan nasional Indonesia. Kalau saya lihat kepentingan nasional kita terancam oleh suatu perjanjian, maka kita bisa tinggalkan perjanjian itu,” ujar Prabowo dalam pernyataan resminya pada Minggu, 22 Maret 2026.

Dia juga menegaskan bahwa Indonesia mendapatkan perlakuan khusus dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pemerintah, kata dia, tetap punya ruang untuk melakukan negosiasi lagi jika perjanjian ini ternyata merugikan.

“Dalam perjanjian kemarin, kita sepakat bahwa jika ada hal-hal yang tidak berkenan bagi kedua pihak atau bertentangan dengan kepentingan kita, maka akan ada klausul untuk penyesuaian,” jelasnya.

Prabowo menyebut keistimewaan seperti ini tidak diberikan ke negara lain dalam perjanjian serupa dengan AS. “Setahu saya, klausul seperti ini tidak ada dalam perjanjian AS dengan negara lain,” tambahnya.

Selain itu, Prabowo menilai Indonesia dapat keuntungan yang signifikan dari kesepakatan ini. Sebanyak 1.819 komoditas strategis nasional, seperti kopi dan minyak kelapa sawit, mendapatkan tarif nol persen.

“Dalam perjanjian ini, ada 1.819 komoditas kita yang tarifnya nol persen. Tentunya ini sangat menguntungkan untuk kita,” ujarnya.

Terkait kemungkinan Indonesia mengikuti langkah Malaysia yang membatalkan perjanjian dagang dengan AS, Prabowo menegaskan pemerintah akan bersikap rasional dan mengutamakan keuntungan nasional.

MEMBACA  Imam Masjidil Haram yang Mahir dalam Matematika Menjadi Khatib Khutbah Arafah di Masjid Namirah

“Pastinya kita akan pilih yang menguntungkan, bukan yang sebaliknya,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar