Indonesia Perkuat Pasar Lokal untuk Kurangi Ketergantungan pada Platform Asing

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah sedang mengkaji upaya memperkuat platform pasar daring lokal untuk mencegah dominasi oleh pemain global seiring pesatnya pertumbuhan digitalisasi perdagangan.

Sadewa mencatat bahwa ekosistem marketplace saat ini banyak dikuasai perusahaan asing, yang menjadi tantangan bagi pelaku usaha dalam negeri.

“Saya sedang mempertimbangkan apakah ada perusahaan domestik yang bisa dihidupkan kembali untuk bersaing dengan dominasi tersebut,” ujarnya kepada wartawan di kantor Ditjen Pajak Kementerian Keuangan pada Sabtu.

Untuk membangun pesaing domestik yang viable, dia menyebut kementerian sedang meninjau ekosistem marketplace yang ada, termasuk platform yang berkolaborasi dengan layanan media sosial seperti Tokopedia dan TikTok.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat ekonomi nasional, tambahnya.

Di tengah ketidakpastian geopolitik global, menteri itu mengatakan pemerintah fokus pada mendorong permintaan domestik untuk mengurangi ketergantungan pada faktor eksternal.

Selain isu marketplace, Sadewa menyatakan dia menyiapkan langkah-langkah untuk mendukung sektor swasta, menjaga daya beli, mengelola harga BBM bersubsidi di tengah fluktuasi minyak global, dan memastikan belanja pemerintah tepat waktu.

“Meski kondisi global, permintaan dalam negeri tetap kuat. Pertumbuhan mungkin melambat jika konflik terus meningkat, tapi kami akan menjaga permintaan domestik,” katanya.

Secara keseluruhan, dia menilai ekonomi nasional masih relatif stabil, yang tercermin dari berbagai indikator ekonomi dan observasi lapangannya selama periode Ramadan.

Dia juga menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026 bisa mencapai sekitar 5,6 hingga 5,7 persen.

Sadewa mengatakan proyeksi itu tetap solid meski adanya tekanan ekonomi global saat ini, termasuk ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Menurutnya, ekonomi nasional tetap resilien berkat berbagai langkah mitigasi yang diimplementasikan oleh pemerintah Indonesia.

MEMBACA  Fortuner dengan Plat Nomor Jakarta Terperosok ke Jurang di Batang, Rusak Parah, 4 Orang Meninggal

Berita terkait: Pemerintah tunda pemungutan PPh 22 di marketplace untuk jaga daya beli

Berita terkait: BPS catat pertumbuhan 6,19% pada transaksi e-ritel dan marketplace

Penerjemah: Imamatul, Kenzu
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar