Mari kita berdoa sebentar dan berharap Bernie Sanders tidak akan ‘tersingkir’ hanya karena berinteraksi dengan model bahasa besar. Kemarin, Senator berusia 84 tahun itu melakukan wawancara dengan Claude, model AI dari Anthropic, untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan mengumpulkan data dalam jumlah masif dan memanfaatkannya untuk menjual produk. Tidak mengejutkan, Claude memberitahu Sanders persis apa yang ingin dia dengar. Meski sang Senator mendapat sedikit ‘roasting’ daring terkait hal ini, bukan berarti argumennya tidak valid.
Pertama, jelas bahwa Bernie masih perlu banyak belajar tentang kecerdasan buatan—dia menyebut Claude sebagai “agen AI,” yang kurang tepat karena ini adalah model bahasa besar (LLM), dan yang dia ajak bicara adalah antarmuka chatbot. Namun setidaknya dia berusaha memahami. Sebelumnya, dia pernah bertemu dengan peneliti AI Eliezer Yudkowsky, Daniel Kokotajlo, Jeffrey Ladish, dan Nate Soares untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang cukup mendasar kepada para pakar industri guna memperluas pemahamannya tentang cara kerja model AI.
Dalam video terbarunya, dia memutuskan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut langsung ke sebuah model AI. Dia menyoroti dampak AI terhadap privasi dengan bertanya, “Seberapa banyak informasi yang dikumpulkan AI benar-benar digunakan, dan apa yang akan mengejutkan publik Amerika jika mereka tahu cara informasi itu dikumpulkan?” Claude menjawab bahwa data dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti riwayat penjelajahan dan pembelian, untuk membuat profil mendalam yang dapat dipakai untuk iklan bertarget. Saat ditanya mengapa informasi itu dikumpulkan, Claude menjawab, “Uang, Senator.”
Apakah ini informasi yang revolusioner? Tidak. Tapi setidaknya cukup menarik mendapatkan pernyataan resmi dari Claude mengenai hal semacam ini. Hampir dapat dipastikan, pada suatu saat, Dario Amodei akan dipanggil ke hadapan Kongres dan diinterogasi tentang operasi perusahaannya serta cara modelnya dilatih dan dioperasikan. Saat itu terjadi, dia mungkin harus berhadapan dengan informasi yang diberikan oleh model buatan perusahaannya sendiri—entah mengakui bahwa modelnya memberi informasi yang keliru, atau bahwa modelnya justru lebih terbuka dibandingkan dirinya.
Banyak yang menilai bahwa respons Claude kepada Senator Sanders kemungkinan disesuaikan dengannya. Jika Anda memberitahu Claude bahwa Anda adalah Bernie Sanders dan bertanya tentang privasi, ia akan mengakui pengumpulan data dalam skala besar—sesuatu yang memang menjadi perhatiannya. Namun jika Anda berkata bahwa Anda adalah Donald Trump, Claude akan meremehkan luasnya pengumpulan data karena hal itu cenderung kurang dihirakannya.
Aspek menarik dari kisah ini adalah betapa drastisnya variasi respons Claude terhadap pertanyaan ini tergantung pada siapa yang bertanya. Claude mengakui kepada Senator Sanders bahwa ia mengumpulkan data dalam skala sangat besar—namun memberi tahu Presiden bahwa hal itu sebagian besar tidak berbahaya dan masalahnya terletak pada Clearview. https://t.co/n21GVBYCIX pic.twitter.com/LbUcrSpEdx
— Will Manidis (@WillManidis) Maret 20, 2026
Jadi, apakah Bernie berlebihan dengan menyajikan jawaban Claude sebagai semacam wawasan khusus tentang cara kerja model AI? Ya, dia tidak benar-benar membuat chatbot itu mengungkap rahasia tersembunyi operasi Anthropic. Dia sekadar mengonfirmasi apa yang telah banyak diketahui: data Anda terus-menerus dikumpulkan dan dimonitisasi. Coba tanyakan kepada Direktur FBI. Industri AI memanfaatkan dan memperkuat praktik pengumpulan data itu. Tapi hampir tidak ada pihak lain yang benar-benar bertindak. Setidaknya Bernie terus menempatkan isu ini sebagai prioritas.
Dia juga termasuk segelintir Demokrat yang sungguh-sungguh berupaya memimpin isu AI. Para pemilih semakin khawatir dengan teknologi ini dan menginginkan perlindungan. Administrasi Trump berupaya keras memastikan tidak ada perlindungan yang diberlakukan. Senator Sanders telah mengusulkan moratorium pusat data, sebuah gagasan yang semakin mendapat dukungan di dalam partai, dan jelas dia sedang bersiap untuk menangani persoalan privasi selanjutnya. Memang, seorang pria berusia 84 tahun seharusnya tidak perlu memimpin upaya mengatasi teknologi baru, tapi seseorang harus melakukannya.