Alm. Michael Bambang Hartono, Bos Grup Djarum, Akan Dimakamkan di Rembang

Sabtu, 21 Maret 2026 – 03:31 WIB

Jakarta, VIVA – Pengusaha pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 13.11 waktu Singapura. Kepergian orang terkaya di Indonesia ini langsung menjadi sorotan publik dan juga membawa duka yang mendalam bagi dunia bisnis di Indonesia.

“M. Bambang Hartono, 86 tahun, telah berpulang ke rumah Bapa di Surga pada tanggal 19 Maret 2026, jam 13.11 waktu Singapura,” menurut pengumuman dari Grup Djarum pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Menurut pengumuman Djarum, jenazah Michael Hartono akan disemayamkan terlebih dahulu pada 20 sampai 22 Maret 2026 di Rumah Duka Grand Heave, Pluit, Jakarta. Prosesi ini akan berlanjut di GOR Djarum, Kudus pada tanggal 22 hingga 25 Maret 2026.

Sebelum diberangkatkan ke Kudus, keluarga akan mengadakan Misa Tutup Peti pada tanggal 21 Maret 2026 pukul 19.00 WIB. Bambang Hartono akan dimakamkan di Pemakaman Codo, Rembang, pada tanggal 25 Maret 2026.

Keluarga juga akan mengadakan Misa Pelepasan yang dijadwalkan pada pukul 08.00 WIB di hari yang sama. Setelah itu, akan ada pemberangkatan dari Kudus pukul 09.00 WIB menuju lokasi pemakaman. Upacara pemakaman akan dilakukan pukul 10.40 WIB, sebelum prosesi penguburan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB.

Selama hidupnya, Bambang Hartono dikenal sebagai tokoh sentral dalam pengembangan bisnis Djarum hingga menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Bersama keluarganya, ia juga memperluas bisnis ke sektor perbankan, teknologi, dan investasi strategis lainnya.

Kesuksesan Bambang Hartono membuatnya menjadi orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan data real-time Forbes, Jumat, 20 Maret 2026, kekayaan bersih Michael Hartono mencapai $18.9 miliar atau sekitar Rp 319,9 triliun. Ini menempatkannya di posisi ke-149 orang terkaya di dunia.

MEMBACA  Prancis akan Dukung Penetapan IRGC Iran sebagai Kelompok 'Teroris' oleh UE

Di luar bisnis, Michael juga aktif dalam kegiatan filantropi melalui Djarum Foundation yang fokus pada pendidikan, olahraga, dan lingkungan. Ia juga dikenal sebagai atlet bridge profesional dan berperan mendorong olahraga tersebut masuk ke Asian Games 2018, di mana timnya berhasil meraih medali perunggu.

Tinggalkan komentar