Fasilitas minyak dan gas di Teluk telah menjadi sasaran serangan sejak awal perang melawan Iran.
Konflik di Timur Tengah memasuki babak genting ketika Israel membombardir fasilitas energi Iran, memaksa Iran meningkatkan serangan terhadap negara-negara tetangga di kawasan Teluk.
Kerusakan yang terjadi cukup signifikan dan akan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk diperbaiki. Dampak jangka panjangnya pun mulai terlihat, dengan Qatar telah memperingatkan adanya pengurangan dalam volume ekspor.
Rekomendasi Berita
list of 3 items
end of list
Eskalasi ini dinilai berbahaya oleh para pakar, mengingat ekspor energi dari kawasan Teluk menyumbang seperlima dari produksi global.
Lantas, apa saja risiko ketika fasilitas energi dijadikan medan pertempuran?
Pembawa Acara: Imran Khan
Narasumber:
Mohsen Baharvand – Mantan Duta Besar Iran untuk Britania Raya
Jim Walsh – Peneliti Asosiasi dalam Program Studi Keamanan MIT
John Sfakianakis – Kepala Ekonom di Pusat Penelitian Teluk (Gulf Research Center)
Terbit Pada 20 Mar 2026
Klik di sini untuk membagikan di media sosial