Jakarta (ANTARA) –
Indonesia sedang menyusun skema kerja-dari-rumah (WFH) secara nasional untuk menekan konsumsi bahan bakar dan mengurangi dampak dari melonjaknya harga minyak global, kata seorang menteri senior pada Kamis.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah sedang menyelesaikan kebijakan kerja fleksibel untuk meningkatkan efisiensi energi di tengah ketidakstabilan geopolitik dan naiknya biaya energi.
“Dengan harga minyak yang tinggi, kita perlu efisiensi jam kerja. Kami akan memberikan fleksibilitas untuk pengaturan kerja-dari-rumah,” kata Hartarto kepada wartawan usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto.
Kebijakan yang diusulkan memperkenalkan satu hari kerja jarak jauh dalam setiap pekan kerja lima hari. Kebijakan ini akan berlaku untuk PNS, pegawai pemerintah daerah, dan sektor swasta di seluruh negeri.
Pelaksanaannya dijadwalkan dimulai setelah liburan Idul Fitri. Pejabat mencatat bahwa durasi kebijakan akan tergantung pada tren harga minyak global dan konflik internasional yang sedang berlangsung.
Presiden Subianto menyatakan dukungannya terhadap rencana ini, menyebutkan potensi penghematan yang signifikan. Mengurangi mobilitas harian diperkirakan akan memotong pengeluaran bahan bakar sekitar 20 persen, atau seperlima dari tingkat konsumsi saat ini.
Sebelumnya, Subianto mendesak langkah-langkah proaktif untuk mengatasi krisis energi global selama Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta pada Jumat, 13 Maret.
“Kita harus mengambil langkah proaktif untuk menghemat konsumsi bahan bakar. Kita tidak bisa begitu saja berasumsi aman tanpa berupaya mengurangi pemakaian,” kata presiden dalam rapat kabinet itu.
Rincian teknis saat ini sedang disusun oleh kementerian terkait. Pemerintah berencana memantau situasi dengan seksama sebelum mengumumkan tanggal mulai resmi dan panduan pelaksanaannya.
Berita terkait: Indonesia plans energy-saving policies to ensure economic stability
Berita terkait: Indonesia to keep subsidized fuel prices unchanged
Berita terkait: BPKN warns against fuel oil panic buying ahead of Eid
Penerjemah: Fathur Rochman, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026