Terdapat sekitar 250 asteroid kecil dekat Bumi yang kaya akan sumber daya berharga dan siap untuk ditambang. Menambang asteroid untuk air dan logam berpotensi menghasilkan keuntungan luar biasa, namun perusahaan-perusahaan hingga kini masih kesulitan menemukan cara untuk mengekstrak sumber daya dari batuan angkasa yang melayang tersebut. Sebuah perusahaan berbasis di Los Angeles baru saja mengungkapkan rencana baru yang berani yang dapat mendekatkan penambangan asteroid ke Bumi: menangkap objek batuan tersebut dengan kantong dan memindahkannya ke orbit stabil di dekat Bumi.
Minggu ini, TransAstra mengumumkan misi “New Moon” yang diusulkannya, yakni meluncurkan wahana antariksa untuk menangkap asteroid menggunakan kantong besar yang dapat mengembang dan memindahkannya ke titik kumpul dekat planet kita. Dari sana, perusahaan dapat mulai memproses asteroid dan mengekstrak materialnya.
Gagasan ini terdengar agak mirip perampokan di angkasa, menyelinap mendekati asteroid dan menyeretnya ke ‘markas aman’ orbital untuk mengambil sumber dayanya. Namun, jika berhasil, perusahaan membayangkan memiliki pos terdepan di dekat Bumi untuk mengambil sumber daya dan menggunakannya membangun infrastruktur di antariksa.
Masukkan ke Kantong
TransAstra telah menguji sebagian misinya di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Melalui kontrak senilai $2,5 juta untuk program Produk dan Riset Komersial NASA, perusahaan mengembangkan “Capture Bag” berukuran 32 kaki (10 meter) yang dapat mengembang. Versi lebih kecil, 3 kaki (1 meter), dari kantong asteroid mereka telah diuji coba dengan cara dikembangkan di dalam ISS pada Oktober 2025.
“Kami mendemonstrasikan bahwa kami dapat mengembangkan dan menarik kembali kantong tersebut berkali-kali dalam lingkungan vakum mikrogravitasi,” ujar Joel Sercel, pendiri dan CEO TransAstra, kepada SpaceNews. “Ini merupakan pencapaian kritikal untuk mengurangi risiko—kali pertama teknologi inti penangkapan inflatable kami beroperasi di ruang angkasa—yang menjadi fondasi untuk operasi remediasi debris orbital dan penangkapan asteroid.”
Perusahaan berencana menguji “Capture Bag” ukuran penuhnya di Fasilitas Perakitan Wahana Antariksa Jet Propulsion Laboratory NASA.
Misi pertama pengambilan asteroid TransAstra dapat diluncurkan paling cepat tahun 2028, dengan rencana beberapa misi lanjutan untuk bertemu dengan batuan angkasa tersebut di orbit barunya dan memulai prosesing.
Korban yang Tidak Menyangka
Misi pengembalian sampel asteroid NASA, OSIRIS-REx, telah membuktikan bahwa kita dapat mengambil material dari batuan angkasa dan membawanya kembali ke Bumi. Namun, penambangan asteroid dalam skala besar tetap merupakan wilayah yang belum terjamah.
Beberapa startup antariksa sedang mengembangkan cara untuk menambang material asteroid. AstroForge meluncurkan misi pertamanya pada April 2023 untuk mendemonstrasikan kemampuannya menyuling material asteroid di orbit. Sayangnya, perusahaan kehilangan kontak dengan wahana antariksanya tak lama setelah peluncuran.
Potensi membuka model bisnis baru di antariksa berarti upaya-upaya dari industri swasta akan terus berlanjut. Asteroid kaya akan air, logam mulia, dan material lain yang dapat mendukung eksplorasi ruang angkasa.
Selain asteroid yang telah kita ketahui, TransAstra memperkirakan sekitar 260 objek lagi dengan lebar sekitar 65 kaki (20 meter) atau lebih kecil akan ditemukan menggunakan Observatorium Vera C. Rubin di Chili dan teleskop-teleskop yang baru diresmikan lainnya.
Dengan begitu banyak batuan yang ‘lengah’ melayang di sekitar, TransAstra akan memburu sampel-sampel terbaik untuk ditarik mendekati Bumi.