Pasokan Listrik Pertamina Geothermal Siap Hadapi Lonjakan Lebaran

Jakarta (ANTARA) – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk menyatakan mereka menjaga operasi yang andal di seluruh pembangkit panas buminya untuk mendukung jaringan listrik Indonesia selama libur Idul Fitri, saat permintaan listrik dan perjalanan biasanya meningkat.

Direktur Utama Ahmad Yani mengatakan dalam pernyataan Kamis bahwa perusahaan bertujuan memastikan pasokan listrik yang stabil seiring meningkatnya mobilitas publik selama perayaan keagamaan tahunan ini.

Dia menyebutkan energi panas bumi tetap menjadi prioritas strategis untuk menyediakan listrik bersih dan andal, membantu rumah tangga merayakan hari raya dengan nyaman dan aman.

PGE mengoperasikan 15 wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas terpasang 727 megawatt, atau mencakup sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi Indonesia.

Portofolio ini menempatkan perusahaan sebagai kontributor kunci bagi pasokan energi terbarukan negara dan menjadi tulang punggung strategi pembangkitan listrik rendah karbon.

Di antara asetnya, pembangkit panas bumi Kamojang di Jawa Barat memasok listrik kepada lebih dari 260.000 rumah tangga setiap harinya.

Pembangkit Lahendong memenuhi lebih dari 30 persen kebutuhan listrik di Sulawesi Utara dan Gorontalo, sementara fasilitas Ulubelu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan listrik Lampung.

Berita terkait: Danantara bantu Pertamina dan PLN jalin kolaborasi panas bumi

PGE melaporkan faktor ketersediaan sebesar 98,93 persen dan tingkat gangguan yang rendah, yaitu 0,41 persen, yang mencerminkan operasi yang stabil di seluruh armada panas buminya.

Direktur Operasi Andi Joko Nugroho menyatakan tenaga panas bumi menawarkan keluaran yang konsisten karena tidak terpengaruh oleh variabilitas cuaca.

Dia mengatakan karakteristik ini membuat energi panas bumi menjadi solusi strategis untuk menjaga stabilitas jaringan tanpa ketergantungan pada bahan bakar fosil.

MEMBACA  Bapanas Minta Masyarakat Waspadai Pasokan Pangan Menjelang Akhir Tahun

Pendekatan ini mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon dan sejalan dengan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola yang semakin diadopsi oleh perusahaan energi.

Upaya perusahaan juga selaras dengan rencana pemerintah untuk memperluas porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional dalam dekade mendatang.

Pemerintah menargetkan peningkatan signifikan dalam kapasitas terbarukan antara 2025 dan 2034 untuk mengurangi emisi dan memperkuat ketahanan energi.

PGE menyatakan operasi panas buminya diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang lebih luas di seluruh Indonesia.

Berita terkait: Target menjadi produsen listrik panas bumi kelas dunia: Pertamina

Penerjemah: Bayu Saputra, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar