BPKN Larang Pembelian Bahan Bakar Berlebihan Jelang Lebaran

Jakarta (ANTARA) – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) pada Rabu menyarankan masyarakat untuk tidak melakukan pembelian bahan bakar secara panik jelang libur Idul Fitri. Mereka memperingatkan hal itu bisa mengganggu stabilitas pasokan di tengah ketidakpastian global yang meningkat.

“Gunakan bahan bakar dengan bijak sesuai kebutuhan. Tidak perlu panik membeli, yang justru dapat mengacaukan stabilitas pasokan,” kata Ketua BPKN, Mufti Mubarok.

Mubarok menyebutkan, panic buying bisa menciptakan kelangkaan buatan karena distribusi tidak merata, meski stok secara keseluruhan sebenarnya cukup.

Dia menambahkan bahwa pemerintah dan Pertamina sedang berupaya memastikan ketersediaan bahan bakar yang memadai selama musim mudik.

Dia juga menyinggung ketegangan di Timur Tengah yang mengganggu aliran energi melalui Selat Hormuz dan menyebabkan fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Mubarok mencatat bahwa periode perjalanan mudik biasanya menyebabkan lonjakan mobilitas di seluruh negeri.

“Oleh karena itu, langkah pemerintah untuk mengamankan cadangan energi nasional sangat penting,” ujarnya.

Dia menekankan pentingnya menjaga tingkat pasokan dan distribusi yang lancar, khususnya di koridor perjalanan utama dan destinasi wisata kunci.

“Momentum mudik memerlukan kesiapan ekstra, terutama untuk memastikan bahan bakar tetap bisa diakses di semua titik perjalanan,” katanya, menyoroti peran BUMN energi dalam menjaga kepercayaan publik.

Berita terkait: Pemerintah jamin pasokan bahan bakar dan aviasi untuk mudik Idul Fitri di tengah ketegangan Timur Tengah

Di tengah ketidakpastian global, termasuk ketegangan geopolitik yang melibatkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Mubarok mengajak masyarakat untuk tetap tenang.

Dia mengatakan Indonesia memiliki sistem cadangan energi nasional yang kuat dan tidak ada alasan untuk khawatir tentang kelangkaan.

BPKN juga mendorong otoritas untuk memperkuat distribusi bahan bakar di titik-titik kritis, termasuk jalan tol, pantura Jawa, dan rute antarprovinsi.

MEMBACA  Trump Sebut Modi Setuju Hentikan Pembelian Minyak Rusia

Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk mencegah antrean panjang di SPBU selama puncak periode perjalanan.

Indonesia memasuki salah satu periode perjalanan tersibuk dalam tahun, di mana jutaan orang diperkirakan akan pulang kampung untuk merayakan hari raya.

Berita terkait: Indonesia amankan pasokan energi di tengah gejolak Selat Hormuz

Penerjemah: Luthfia, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar