Iran Sahkan Ali Larijani Tewas Bersama Putranya dalam Serangan AS-Israel

Rabu, 18 Maret 2026 – 08:30 WIB

Iran, VIVA – Sebuah kantor berita Iran yang dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada hari Selasa mengkonfirmasi bahwa Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, telah meninggal dunia. Kabar ini muncul beberapa jam setelah Israel menyatakan bahwa Larijani dan seorang pejabat senior Iran lainnya tewas dalam serangan udara semalam.


Mojtaba Khamenei Tolak Gencatan Senjata dengan AS, Janji Balas Dendam

“Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, telah gugur sebagai syahid,” tulis Fars News Agency dalam posting di media sosial X, dikutip dari laman the Hill, Rabu 18 Maret 2026.

Dalam posting berikutnya, kantor berita itu menyebutkan bahwa Ali Larijani, salah satu pejabat terkemuka dan bijaksana di negara ini, bersama dengan putranya (yang juga salah satu deputinya) dan sekelompok pengawal, menjadi target jet tempur Amerika dan rezim Zionis di rumah putrinya di daerah Pardis, dan gugur sebagai syahid.


Terungkap! Rekaman Audio Mengerikan Serangan yang Menewaskan Ayatollah Ali Khamenei

Larijani, yang menjabat sebagai Ketua Parlemen Iran sampai tahun 2020, menjadi pejabat Iran dengan posisi tertinggi kedua yang terbunuh sejak Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan terarah di kompleks rumahnya pada hari pertama operasi militer gabungan AS-Israel.

Dia pernah dianggap sebagai pemimpin transisi de facto setelah serangan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi sebelumnya, Khamenei, di awal perang. Sementara itu, pemimpin tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei, belum pernah terlihat di depan publik sejak mengambil alih posisi ayahnya.


China Bakal Kirimkan Bantuan Kemanusiaan Darurat ke Empat Negara Teluk, Termasuk Iran

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga menyatakan pada Selasa bahwa Gholam Reza Soleimani, komandan pasukan paramiliter Basij Iran, telah dilumpuhkan setelah sebuah serangan.

MEMBACA  Pejabat Hezbollah tewas dalam seminggu terakhir: Nasrallah dan 6 lainnya

“Di bawah kepemimpinan Soleimani, unit Basij memimpin operasi penindasan utama di Iran, dengan menggunakan kekerasan berat, penangkapan massal, dan pengerahan kekuatan terhadap demonstran sipil,” tulis IDF di platform X.

Kepemimpinan militer rezim Iran menjadi target utama dalam serangan gabungan AS dan Israel, yang sebagian besar bertujuan untuk melemahkan kemampuan nuklir dan rudal Teheran.

Di awal perang, Presiden Trump pernah menyarankan agar rakyat Iran menggulingkan rezim Islam yang sudah lama berkuasa. Tapi, dalam beberapa hari terakhir, ia menilai kemungkinan pemberontakan tersebut kecil, mengingat ancaman kekerasan represif.

Halaman Selanjutnya

Dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh Fars News Agency, IRGC berjanji akan membalas kematian mereka yang gugur dalam konflik ini.

Tinggalkan komentar