Di Negeri Paling Damai di Dunia, Setiap Penduduknya Memiliki Bunker Sendiri

loading…

Di negara paling damai di dunia ini, setiap warganya memiliki bunker. Foto/X/@Ndchien73

JAKARTA – Saat perang kembali menjadi bagian dari realitas global, isu perlindungan sipil kembali jadi agenda publik yang penting. Perang Rusia dan Ukraina, perang saudara di Sudan, pertempuran di Kongo timur, serta konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, semua menunjukkan bagaimana tempat perlindungan dan infrastruktur darurat bisa menjadi masalah hidup-mati bagi jutaan orang.

Namun, di luar zona konflik itu, ada negara-negara di mana perang hampir tak terbayangkan. Salah satunya adalah Swiss — negara yang dikenal dengan netralitas politik, stabilitas, dan isolasi diplomatiknya, sebuah prinsip yang telah jadi bagian identitas nasionalnya selama berabad-abad. Justru karena itu, muncul pertanyaan menarik: bagaimana bisa negara yang sering disebut paling netral di dunia ini juga menjadi salah satu yang paling terlindungi dalam hal bunker dan infrastruktur perlindungan sipil?

Mungkin sulit dipahami, tetapi Swiss kemungkinan adalah satu-satunya negara di dunia yang secara sistematis mempersiapkan diri bahkan untuk skenario perang nuklir, dan di mana setiap warganya yang berjumlah sekitar 9 juta jiwa dijamin punya tempat di bunker nuklir. Di hampir setiap bangunan tempat tinggal di negara itu — baik di kota maupun desa — turun ke ruang bawah tanah akan memperlihatkan pintu baja yang sangat berat, kadang setebal puluhan sentimeter. Di balik pintu itu ada bunker nuklir yang dirancang cermat, dilengkapi filter gas, sistem ventilasi khusus, dan infrastruktur yang memungkinkan orang tinggal di dalam untuk waktu lama jika terjadi bencana nuklir atau serangan kimia.

Di Negara Paling Damai di Dunia Ini, Setiap Warganya Memiliki Bunker

1. Ada 370.000 Bunker di Swiss

Menurut data resmi pemerintah Swiss, dilansir dari YNet News, saat ini ada lebih dari 370.000 tempat perlindungan pribadi di seluruh negeri yang terletak di gedung-gedung perumahan, lembaga publik, dan struktur lainnya, bersama dengan sekitar 5.000 tempat perlindungan publik besar di kota-kota. Secara keseluruhan, bunker-bunker itu menyediakan ruang aman bagi setiap penduduk — angka yang tidak biasa dalam skala global dan membuat Swiss jadi salah satu negara paling terlindungi di dunia.

MEMBACA  Trump Akan Ganti Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dengan Markwayne Mullin

Tidak jarang saat mendaki gunung, kita menemukan pintu besi yang terpasang di lereng hijau yang mengarah ke bunker beton bertulang. Pemandu wisata sering menjelaskan saat tur bagaimana sistem perlindungan ini tertanam di seluruh Swiss — di kota-kota, desa-desa, dan di semua 26 kanton-nya.

2. Takut jika Konflik Nuklir Eropa Pecah

Salah satu alasan utama jaringan bunker yang unik di Swiss berasal dari masa Perang Dingin, ketika ketakutan akan konflik nuklir di Eropa menjadi ancaman nyata. Sebagai tanggapan, Swiss memberlakukan undang-undang pertahanan sipil pada tahun 1963 yang mewajibkan setiap bangunan tempat tinggal baru untuk menyertakan bunker nuklir standar di ruang bawah tanah, atau alternatifnya membayar ke dana publik yang digunakan untuk membangun tempat perlindungan di daerah tersebut.

Keputusan ini tidak hanya didasarkan pada ketakutan spesifik, tetapi pada konsep keamanan yang lebih luas bahwa negara harus melindungi tidak hanya militernya, tapi juga penduduk sipil. Selama beberapa dekade, bunker dibangun di hampir setiap proyek konstruksi baru, secara bertahap menciptakan jaringan luas tempat perlindungan swasta dan publik.

Tinggalkan komentar