Selasa, 17 Maret 2026 – 23:04 WIB
Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat, Joe Kent, telah mengundurkan diri pada hari Selasa karena menentang perang di Iran. Ia menyatakan tidak bisa dengan hati nurani yang baik mendukung konflik tersebut. Kent adalah pejabat tinggi pertama di pemerintahan Trump yang mengambil langkah seperti ini.
“Setelah pertimbangan matang, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan sebagai Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional, efektif hari ini,” tulis Joe Kent dalam suratnya kepada presiden.
“Saya tidak dapat dengan hati nurani mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran. Iran tidak membahayakan langsung negara kita, dan sudah jelas kita memulai perang ini karena desakan Israel dan lobi kuat di Amerika.”
Dalam suratnya, Kent yang juga penasihat utama Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard, menulis bahwa ia mendukung agenda kebijakan luar negeri anti-intervensi yang selalu di kampanyekan Presiden Donald Trump. Namun, tiba-tiba Presiden Trump berubah pikiran pada musim panas tahun lalu.
“Hingga Juni 2025, Anda paham bahwa perang di Timur Tengah adalah jebakan yang menghabiskan nyawa patriot Amerika dan menguras kekayaan bangsa kita,” ungkapnya.
Kent memuji Trump di masa pemerintahannya yang pertama karena dianggap lebih paham daripada presiden modern manapun dalam penggunaan kekuatan militer secara tegas, tanpa menjerumuskan AS ke perang berkepanjangan. Hal ini ditunjukan dengan pembunuhan petinggi militer Iran Qasam Solamani dan pengalahan ISIS.
“Di awal pemerintahan ini, pejabat tinggi Israel dan anggota berpengaruh media Amerika melancarkan kampanye disinformasi yang merusak platform ‘America First’ Anda dan menyebarkan sentimen pro-perang untuk mendorong konflik dengan Iran,” lanjutnya.
Kent, yang pernah bertugas di Pasukan Khusus Angkatan Darat dan sebagai perwira CIA, dikirim ke Irak tahun 2003 dan menjalani 11 kali penugasan tempur. Istrinya, Shannon Smith, tewas dalam serangan bom bunuh diri di Suriah pada tahun 2019.
Sebelum bergabung dengan pemerintahan Trump, Kent dua kali gagal menjadi anggota Kongres pada tahun 2022 dan 2024. Baik pencalonannya ke Kongres maupun penunjukannya untuk memimpin pusat kontraterorisme ini diwarnai kontroversi terkait hubungannya dengan kelompok-kelompok nasionalis kulit putih.
Ia mengatakan bahwa ia pertama kali memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai anggota Kongres setelah wakilnya di DPR, Jaime Herrera Beutler, memilih untuk memakzulkan Trump setelah serangan 6 Januari di Capitol. Kent berulang kali menyebarkan teori konspirasi tentang serangan 6 Januari. Ia kalah dua kali dari anggota DPR Partai Demokrat, Marie Gluesenkamp Perez.