Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa program andalan pemerintah, Makanan Bergizi Gratis (MBG), memainkan peran strategis dalam memperkuat pembangunan ekonomi di tingkat akar rumput.
Menurut pernyataan dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) pada Senin, Prabowo mengatakan krisis global yang berlangsung telah mendorong pemerintah untuk lebih mengembangkan sektor ekonomi dan berinvestasi dalam sumber daya manusia untuk jangka panjang.
Pelaksanaan program makanan gratis telah menjadi pendorong signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, karena mendukung ekonomi rakyat, meningkatkan daya beli, dan mendorong pertumbuhan yang inklusif.
“Ini merupakan stimulus untuk pertumbuhan di tingkat masyarakat bawah,” kata Presiden.
Pemerintah menargetkan 80 juta penerima manfaat makan MBG pada tahun 2026, termasuk anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui.
“Program ini dirancang untuk memberikan makanan bagi lebih dari 80 juta orang setiap harinya,” ujar Prabowo.
“Program ini menyumbang 11 persen dari anggaran pemerintah pusat tahun ini,” tambahnya.
Prabowo menegaskan kembali komitmennya untuk memprioritaskan investasi dalam program-program publik andalan. Selain program makanan gratis, ini termasuk penyediaan rumah subsidi dan pengembangan koperasi desa.
Presiden juga berjanji untuk memperkuat ekonomi akar rumput dengan memberdayakan usaha kecil agar ekonomi nasional tetap tangguh di tengah tantangan global.
Berita terkait: Prabowo tinjau pasokan energi dengan Dewan Ekonomi Nasional
Berita terkait: Prabowo peringatkan gejolak global, desak kesiapan Indonesia
Penerjemah: Maria Cicilia Galuh P, Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026