Selasa, 17 Maret 2026 – 10:36 WIB
Jakarta, VIVA – Info harga bahan bakar minyak (BBM) jadi salah satu yang paling banyak dicari orang-orang saat mau mudik Lebaran nanti. Perbedaan harga di tiap daerah bikin para pemudik harus hitung biaya lebih teliti, apalagi buat rute yang lewat antar provinsi.
Data terbaru yang diliat VIVA Otomotif di situs resmi Pertamina, Selasa 17 Maret 2026, nunjukkin BBM non-subsidi masih punya selisih harga antar wilayah. Jenis kayak Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, sama Pertamax dijual dengan harga beda-beda, dipengaruhi sama distribusi dan kondisi geografis tiap daerah.
Di DKI Jakarta, Pertamax Turbo dijual Rp13.100 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 harganya Rp12.900 per liter. Untuk Pertamax dibanderol Rp12.300 per liter, sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
Harga yang sama juga berlaku di wilayah Pulau Jawa seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, sampai Jawa Timur. Keseragaman ini terjadi karena dukungan infrastruktur dan distribusi yang lebih merata.
Sementara itu, di Sumatera dan sebagian Kalimantan harganya lebih tinggi. Contohnya di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, Pertamax Turbo bisa mencapai Rp13.650 per liter, dengan Pertamax di level Rp12.900 per liter.
Kondisi serupa terlihat di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara. Kenaikan ini dipengaruhi faktor geografis serta jalur distribusi energi yang lebih kompleks.
Di sisi lain, ada wilayah dengan harga lebih rendah karena status khusus, seperti Free Trade Zone (FTZ) Batam. Di sini, Pertamax Turbo dijual sekitar Rp12.400 per liter, sedangkan Pertamax harganya sekitar Rp11.750 per liter.
Untuk kawasan Indonesia Timur seperti Sulawesi, Nusa Tenggara, sampai Papua, kisaran harganya sekitar Rp13.350 per liter buat Pertamax Turbo dan Rp12.600 per liter buat Pertamax. Tapi, gak semua daerah nyediain varian dengan oktan lebih tinggi itu.
Sementara itu, Pertalite sebagai BBM subsidi tetap dipatok Rp10.000 per liter di seluruh Indonesia. Kebijakan ini bikin BBM ini tetap terjangkau buat masyarakat di tengah makin ramainya mobilitas jelang libur panjang.
Perbedaan harga antar wilayah ini perlu jadi perhatian para pemudik dalam susun rencana perjalanan. Dengan paham kisaran harganya, pengguna kendaraan bisa atur strategi isi BBM biar lebih efisien selama di perjalanan.