Nyatanya Lagi Bokek Nih!

Selasa, 17 Maret 2026 – 09:34 WIB

Jakarta, VIVA – Ditengah polemik gugatan hukum yang diajukan putranya, Ressa Rizky Rossano, penyanyi Denada akhirnya memberi penjelasan dari sisi lain yang jarang diketahui publik. Ia mengungkapkan bahwa meskipun tidak selalu hadir secara fisik dalam kehidupan Ressa, ia tetap berusaha menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua, terutama dalam hal pendidikan dan kebutuhan finansial.

Dalam percakapan di kanal YouTube Feni Rose, Denada menunjukkan bukti komunikasi dengan ibunya, mendiang Emilia Contessa. Percakapan itu memperlihatkan bagaimana ia rutin berdiskusi tentang kebutuhan Ressa, termasuk biaya sekolah. Scroll untuk baca cerita lengkapnya, yuk!

"Uang untuk Mama, itu ibadah aku. Uang untuk Ressa, itu tanggung jawab aku. Jadi kalau pas Mama ada uang lebih, Mama tabungin aja buat sendiri. Aku tetap akan kirim ke Mama walaupun jumlahnya enggak tentu," kata Denada, dikutip dari YouTube Feni Rose Official, Selasa 17 Maret 2026.

Denada menekankan bahwa pendidikan Ressa selalu menjadi prioritasnya. Ia mengaku tidak pernah menolak saat diminta bantu membayar berbagai kebutuhan akademis putranya, termasuk uang kuliah.

"Termasuk kuliahnya, uang kuliahnya itu juga Mama minta sama aku. Setiap kali ada tagihan dari Ressa, itu di-forward ke aku. Semua uang kuliah yang Mama minta, aku kirim," tegasnya sambil tunjukkan bukti transfer.

Ia juga ingat masa sulit di tahun 2019, saat harus membagi fokus antara menolong Ressa dan membiayai pengobatan putrinya, Aisyah, yang sedang dirawat di Singapura. Dalam kondisi keuangan yang berat, Denada tetap berusaha cari cara untuk membantu.

"Tante Ratih waktu itu menghubungi aku, cerita kalau Ressa sedang dalam situasi butuh bantuan. Padahal saat itu aku lagi enggak ada duit, benar-benar enggak punya duit, aku lagi jual-jualin semua barang," kenang Denada.

MEMBACA  Ketika Status Sosial Menghalangi Cinta, Simak Kisah Serunya di Microdrama VISION+ "Cinta Dua Kasta"

Ketika keluarga yang merawat Ressa menawarkan agar bantuan itu dianggap sebagai pinjaman yang nanti bisa dipotong dari jatah bulanan, Denada memilih untuk menolak.

"Aku enggak pernah potong. Enggaklah, itu kan buat anak," ucapnya singkat.

Halaman Selanjutnya

Menurut Denada, perhatian pada Ressa tidak hanya berhenti di kebutuhan besar seperti pendidikan. Ia mengaku juga memikirkan berbagai kebutuhan sehari-hari anaknya, termasuk perlengkapan belajar.

Tinggalkan komentar