Prabowo perintahkan Bulog utamakan stok pangan dalam negeri

Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu memerintahkan Bulog untuk prioritaskan ketahanan pangan domestik dibanding ekspor, karena ketidakpastian global dan konflik Timur Tengah terus menekan pasokan pangan internasional.

Prabowo mengatakan Indonesia berhasil mengamankan stok pangan dalam negeri meski krisis pangan global memburuk, dengan beberapa negara kini ingin membeli komoditas Indonesia.

“Bulog, jangan jual terlalu murah, tapi jangan terlalu mahal juga. Ingat, krisis ini mungkin berlangsung lama. Prioritas kita adalah mengamankan rakyat kita,” kata Prabowo di Nganjuk, Jawa Timur.

Presiden mengatakan pasokan beras Indonesia tetap stabil dan permintaan dari pembeli luar negeri meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Berita terkait: [National food balance secure amid global turmoil, El Nino: Bapanas]

Menurut Prabowo, minat pembeli asing meningkat setelah negara-negara seperti India dan Bangladesh memberlakukan pembatasan ekspor untuk melidungi pasparan pangan domestik.

Dia mengatakan swasembada pangan Indonesia dicapai melalui upaya bersama yang melibatkan petani, militer, dan polisi nasional.

Prabowo menegaskan bahwa kedaulatan pangan bukan hanya tentang menjaga harga terjangkau, tetapi juga memastikan ketersedian pasokan yang cukup selama krisis global.

“Kelangsungan hidup nasional tidak hanya tentang keterjangkauan, tetapi juga tentang ketersediaan. Karena pasokan pangan kita aman, kita relatif lebih aman dan lebih siap menghadapi krisis eksternal,” katanya.

Prabowo mengatakan program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih akan membantu memperkuat produksi pertanian dan distribusi komoditas antar daerah.

Peresmian ini menandai selesainya 1.061 unit koperasi, termasuk 530 unit di tujuh kabupaten di Jawa Timur dan 531 unit di delapan kabupaten dan k ota di Jawa Tengah.

Per 15 Mei 2026, Indonesia telah membangun 9.182 gerai koperasi, dengan target jangk panjang mengembangkan 80.000 di seluruh negeri.

MEMBACA  Perkuat Ekonomi Kerakyatan, UKP Bidang Ekonomi dan Perbankan Tandatangani MoU dengan Menteri Koperasi

Perusahaan pangan milik negara PT Agrinas Pangan Nusantara juga membangun tambahan 25.000 unit koperasi, sementara pemerintah menargetkan menyelesaikan dan mengoperasikan 30.000 gerai pada Agustus 2026.

Berita terkait: [Indonesia’s rice stock stability exemplary amid global food crises]

Tinggalkan komentar