Kawasan Istirahat Didorong Pasang Fasilitas Pengelolaan Sampah sebelum Mei

Semarang, Jawa Tengah (ANTARA) – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menekankan bahwa area istirahat di jalan tol harus memasang fasilitas pengolahan sampah. Dia mendesak agar mandat ini dipenuhi paling lambat Mei 2026.

“Kami akan pastikan bahwa pada bulan Mei, semua area istirahat sudah memiliki fasilitas pengolah sampah,” ujarnya saat inspeksi di Terminal Mangkang, Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu.

Inspeksi ini merupakan bagian dari program “Mudik Minim Sampah” menyambut hari raya Idul Fitri 2026, yang bertujuan menjaga kebersihan terminal dan menjamin layanan berkualitas bagi pelancong.

Selain terminal, menteri juga memantau beberapa area istirahat jalan tol seiring dimulainya arus mudik 2026.

“Beberapa area istirahat sudah menyediakan fasilitasnya, tapi yang lain masih lambat merespon,” catatnya.

Menurut dia, volume sampah yang dihasilkan di area istirahat jalan tol cukup signifikan, mencapai hampir setengah ton hingga satu ton per hari.

“Jika tidak ditangani dengan baik, ini akan menjadi masalah lingkungan bagi kota dan kabupaten yang dilalui jalan tol,” tambahnya.

Menteri menekankan, bagi operator area istirahat tol yang belum memiliki fasilitas ini pada bulan Mei, kementeriannya akan mengeluarkan surat perintah penegakan hukum formal.

Sementara untuk terminal, dia mencatat bahwa upaya pengelolaan sampah sebaiknya dikoordinasikan dengan dinas lingkungan setempat, mengingat jumlah sampahnya relatif kecil.

Dalam hal ini, kementerian mendorong operator terminal untuk melakukan pemilahan sampah.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan penanganan masalah sampah sebagai salah satu prioritasnya.

Berdasarkan data sementara dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup, timbunan sampah mencapai 25,84 juta ton pada tahun 2025. Data ini hanya berdasarkan laporan dari 253 kabupaten/kota dari total 514 di Indonesia.

MEMBACA  Aturan Baru Pemberitahuan Bea Cukai di Kawasan Bebas, Perhatikan Penjelasan Bea Cukai

Dari jumlah total itu, sampah yang terkelola baru mencapai 34,56 persen.

Berita terkait: Indonesia targetkan tingkat pengelolaan sampah nasional 53 persen di 2026

Berita terkait: Menteri desak reformasi sampah di Bali untuk jaga pariwisata Indonesia

Berita terkait: Pendekatan holistik diperlukan untuk atasi krisis sampah Indonesia: menteri

Penerjemah: Zuhdiar Laeis, Raka Adji
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

https://ojs.oasis.unc.edu/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=vAS5bi

Tinggalkan komentar