Minggu, 15 Maret 2026 – 17:00 WIB
Jakarta, VIVA – Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera, sudah berhasil merelokasi semua pengungsi korban bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara (Sumut). Para penyintas banjir dan tanah longsor di Sumut sekarang sudah tidak tinggal di tenda pengungsian lagi dan pindah ke hunian sementara (huntara) atau hunian tetap (huntap) yang dibangun oleh pemerintah dan lembaga non-pemerintah.
Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 14 Maret, jumlah pengungsi turun cukup banyak dibandingkan hari sebelumnya. Awalnya ada 1.314 kepala keluarga (KK) pengungsi di tenda, tapi sekarang tinggal 812 KK. Artinya berkurang 502 KK.
Pengungsi yang masih di tenda sekarang semuanya berada di daerah terdampak bencana di Aceh. Sementara untuk pengungsi di Sumut, semuanya sudah direlokasi ke hunian yang lebih bagus. Hasil ini sama dengan pencapaian relokasi di Sumatera Barat (Sumbar), yang sebelumnya juga sudah berhasil memindahkan semua pengungsi ke hunian layak.
Keberhasilan relokasi semua pengungsi di Sumut dan Sumbar ini bisa tercapai karena percepatan pembangunan huntara di tiga provinsi yang kena bencana. Jumlah huntara yang selesai dibangun terus bertambah.
Rinciannya, dari total rencana 19.295 unit huntara, sampai saat ini sudah 15.595 unit yang rampung, atau sekitar 80 persen dari target. Di Sumbar, pembangunannya bahkan sudah 100 persen, di Sumut sudah 95 persen, dan di Aceh sekitar 77 persen.
Sambil terus membangun huntara, Satgas PRR juga bertahap menyelesaikan pembangunan huntap. Data per 14 Maret menyebutkan ada 110 unit huntap yang sudah selesai dari total 36.669 unit yang direncanakan. Ada juga 1.359 unit lainnya yang masih dalam proses pengerjaan.
Selain bangun huntara, strategi pemerintah untuk mengurangi jumlah pengungsi juga dengan memberikan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas yang tidak memilih tinggal di huntara. Sampai sekarang, semua rekening penerima DTH sudah dapat transfer dana. Penyalurannya sudah 100 persen untuk 13.728 penerima di tiga provinsi.
Halaman Selanjutnya
Sebelumnya, Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmennya untuk mengurangi jumlah pengungsi dengan memindahkan mereka ke hunian yang lebih layak.