Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pariwisata Indonesia sedang berupaya memastikan aktivitas pariwisata selama liburan Idul Fitri 2026 tetap aman, nyaman, dan menyenangkan.
Menyikapi hal ini, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana telah mengeluarkan surat edaran mengenai penyelenggaraan kegiatan pariwisata di masa lebaran. Surat ini mendorong para pemangku kepentingan terkait untuk mengoptimalkan layanan bagi para pelancong.
"Isi surat edaran tersebut berisi rekomendasi bagi pemerintah daerah, pengelola destinasi, dan semua pihak untuk mempersiapkan destinasi pada periode Lebaran," ujarnya saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Minggu.
Menurut sang menteri, penerbitan surat edaran ini dimaksudkan untuk menjalankan protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini sejalan dengan standar usaha pariwisata berbasis risiko yang diatur dalam Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2025.
Dalam surat edarannya, menteri mendesak pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran arus kegiatan pariwisata, mendorong penerapan prosedur operasi standar, memastikan fasilitas transportasi layak beroperasi, serta berkoordinasi dengan pengelola daya tarik wisata untuk menyediakan area istirahat bagi pengemudi.
Lebih lanjut, dia mengimbau pengelola destinasi wisata di daerah rawan bencana untuk menyiapkan sistem peringatan dini, fasilitas mitigasi, rute evakuasi, dan rambu-rambu darurat.
Wardhana menyatakan bahwa per 27 Februari 2026, sebanyak 35 pemerintah provinsi telah melengkapi Data Destinasi Pariwisata Rawan Bencana. Data ini mencakup 4.748 tempat wisata.
Daftar tersebut meliputi 327 destinasi berisiko tinggi, 1.570 destinasi berisiko sedang, 718 destinasi berisiko rendah, dan 2.133 destinasi yang statusnya belum teridentifikasi.
Menjelang libur Lebaran Idul Fitri, Kementerian Pariwisata telah mengerahkan petugas untuk memeriksa destinasi wisata guna memastikan fasilitas dan layanan siap menyambut pengunjung.
Berita terkait: Presiden Prabowo desak manfaatkan potensi pariwisata libur Lebaran
Berita terkait: Indonesia pantau situasi Timur Tengah untuk jamin keamanan pariwisata
Penerjemah: Hreeloita Dharma, Raka Adji
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026