Gaya Hidup dan Kesehatan Melonjak Jadi Prioritas Utama Pasca-Pandemi, Ungkap Data World Economic Forum

Sabtu, 14 Maret 2026 – 14:40 WIB

Jakarta, VIVA – Menurut survei dari World Economic Forum (WEF), kesadaran masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat sudah naik dalam beberapa tahun terakhir. Sekitar 62 persen orang yang disurvei sekarang menempatkan kesehatan sebagai prioritas yang makin penting setelah pandemi.


Polusi Udara Kini Jadi Ancaman Tersembunyi bagi Kesehatan

Gaya hidup sehat tidak cuma tentang makanan dan olahraga, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Tempat kita tinggal, belajar, dan bekerja bisa menjadi sumber paparan zat-zat yang berpotensi memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang.

Arsitek dan Urban Designer, Adjie Negara menjelaskan, seiring dengan kemajuan teknologi dan industri, banyak produk rumah tangga, material bangunan, sampai peralatan sehari-hari yang menggunakan berbagai bahan kimia. Ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi, ketahanan, dan kualitas produknya.


Mengenal Terapi Pengganti Ginjal dan Pentingnya Pemantauan Medis Jangka Panjang

Konsultasi material bangunan di Depo Bangunan

Namun, pemahaman tentang jenis dan potensi dampak bahan kimia itu sangat penting, agar masyarakat bisa menggunakan produk dengan lebih bijaksana dan aman. Dia menegaskan, lingkungan tempat kita hidup atau bekerja sangat berpengaruh bagi kesejahteraan penghuninya.


Gaya Hidup Ramah Lingkungan Makin Dilirik Masyarakat Global, Banyak Orang Mulai Beralih

“Bangunan yang kita buat harus mempertimbangkan banyak hal. Mulai dari penempatan bukaan agar sinar matahari masuk lebih banyak, lalu sistem penghawaan, sirkulasi silang, dan penempatan elemen-elemen hijau. Semua itu bukan hanya sumber oksigen, tapi juga untuk mengurangi stres yang penting untuk kesehatan mental,” kata Adjie dalam keterangannya, Sabtu, 14 Maret 2026.

Pemilihan material bangunan juga menurutnya sangat penting. Dia memberi contoh, pemilihan lantai untuk luar ruangan berbeda dengan untuk di dalam ruangan. “Kita juga harus menghindari threat hazard, yaitu hambatan atau kendala yang bisa membahayakan karena salah pilih material,” ujarnya.

MEMBACA  AS dan Inggris Tandatangani Kesepakatan Nuklir Penting: Apa Saja Isinya?

Pemilihan material bangunan harus dipertimbangkan mulai dari atap, dinding, sampai lantai. Adjie menjelaskan, memilih material adalah elemen yang penting sekali dalam arsitektur, termasuk ketika membicarakan bangunan secara umum. Salah satu kriteria utamanya memang pemilihan material.

Terutama untuk material yang akan bersentuhan langsung dengan pengguna yang beraktivitas di dalamnya, baik melalui kulit, terhirup melalui pernapasan, atau melalui pipa air yang bisa memengaruhi kualitas airnya.

“Untuk rumah tinggal, jika dihuni oleh orang yang punya kebutuhan atau sensitivitas khusus, misalnya asma, pasti harus menghindari bahan kimia tertentu,” jelas Adjie.


Halaman Selanjutnya

Salah satu potensi paparan zat kimia berasal dari material bangunan yang mengandung timbal. Timbal (Lead) adalah unsur logam yang secara alami ada di lingkungan dan dalam prakteknya bisa ditemukan di berbagai produk maupun material yang dipakai sehari-hari.

Tinggalkan komentar