Universitas Hasanuddin Perkuat Literasi Bahasa Arab dan Budaya

Makassar, Sulawesi Selatan (ANTARA) – Pimpinan di Universitas Hasanuddin (Unhas) sedang memperkuat literasi bahasa dan budaya Arab untuk memperluas kerja sama akademik lintas batas dan diplomasi ilmu pengetahuan, khususnya dengan universitas di Timur Tengah.

Ahli linguistik terapan, Profesor Yusring Sanusi Baso, mengatakan inisiatif ini bertujuan menghubungkan keterampilan bahasa dengan konteks sosial budaya dan protokol profesional yang umum di lingkungan akademik Timur Tengah.

“Pendekatan ini membekali pimpinan universitas dengan modal budaya yang sangat penting untuk menjalani kemitraan penelitian dan pendidikan lintas negara,” ujar Yusring dalam pernyataan yang diterbitkan di Makassar pada Sabtu.

Dia menjelaskan, kemahiran berbahasa memungkinkan peneliti mengakses literatur global, mempublikasikan temuan ilmiah, dan berpartisipasi lebih efektif dalam forum akademik internasional.

Di saat yang sama, pemahaman budaya memampukan para akademisi untuk memahami norma sosial, etika kolaborasi, dan kepekaan yang membentuk kemitraan penelitian serta keterlibatan kelembagaan di berbagai negara.

Gabungan antara kompetensi bahasa dan literasi budaya ini memperkuat kemampuan universitas dalam membangun kolaborasi internasional, mengamankan pendanaan penelitian, dan memajukan kepentingan nasional melalui pertukaran ilmiah, inovasi, dan alih pengetahuan.

Rektor Unhas, Profesor Jamaluddin Jompa, menyatakan program ini juga berfungsi sebagai alat strategis untuk mengatasi hambatan komunikasi dalam memperluas kemitraan global.

“Inisiatif ini memberikan penyegaran intelektual sekaligus menciptakan jembatan strategis bagi pimpinan universitas untuk mengembangkan kemitraan yang lebih inklusif di Timur Tengah,” kata Jamaluddin.

“Dengan menguasai alat bahasa dan memahami dinamika budaya secara komprehensif, kita meletakkan dasar bagi diplomasi akademik yang lebih setara dan berkelanjutan di masa depan,” tambahnya.

Dia menegaskan bahwa inisiatif ini mencerminkan upaya universitas untuk beradaptasi dengan dinamika geopolitik global yang terus berubah dalam kolaborasi pendidikan tinggi dan penelitian.

MEMBACA  Kolaborasi RestockTech dan Mustika Ratu dalam Digitalisasi Aset Pergudangan

Program ini diharapkan dapat membantu Unhas memperkuat keterlibatan akademik internasionalnya di tengah persaingan global antar universitas yang semakin ketat.

Peningkatan literasi lintas budaya, menurutnya, akan memungkinkan institusi tersebut berinteraksi lebih efektif dengan mitra dari tradisi budaya dan akademik yang berbeda.

Pemahaman budaya yang lebih mendalam juga dapat mengurangi kesalahpahaman dalam kerjasama penelitian dan meningkatkan keberlanjutan jejaring akademik. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kelembagaan yang lebih luas untuk menginternasionalkan program penelitian, pengajaran, dan kolaborasi dengan universitas luar negeri.

Dengan mengurangi kesenjangan pengetahuan lintas budaya, universitas bertujuan membangun kemitraan yang lebih otentik, seimbang, dan berdasarkan saling pengertian.

Jamaluddin mengatakan upaya semacam itu akan membantu memposisikan Unhas sebagai aktor akademik global yang responsif di tengah perubahan tren geopolitik dalam pendidikan tinggi.

Inisiatif ini juga mendukung ambisi jangka panjang universitas untuk meraih pengakuan sebagai universitas kelas dunia melalui jaringan internasional yang lebih kuat.

Berita terkait: Pusat Bahasa Maluku menggenjot gerakan generasi poliglot

Berita terkait: NTT bercita-cita menjadi pusat bahasa Mandarin untuk Indonesia bagian timur

Penerjemah: Abdul K, Rahmad Nasution
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar