Sabtu, 14 Maret 2026 – 00:04 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia berhasil melewati masa-masa sulit, seperti pandemi Covid-19. Menurut beliau, saat itu Indonesia bisa menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM) dan juga mengurangi tingkat kemacetan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat, 13 Maret 2026.
Prabowo menyatakan bahwa Indonesia harus bersiap untuk skenario terburuk akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. Saat pandemi Covid-19 dulu, Prabowo mengatakan Indonesia bisa menghemat BBM karena banyak masyarakat yang kerja dari rumah.
“Dulu kita atasi Covid, dan kita berhasil. Kita bisa banyak bekerja dari rumah, lebih efisien, artinya kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” kata Prabowo.
Beliau memberi contoh, jika Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja dari rumah, dampaknya bisa mengurangi kemacetan. Tapi, Prabowo sadar bahwa langkah itu butuh pertimbangan yang matang.
“Misalnya, berapa banyak ASN dan pejabat yang tidak perlu ke kantor, itu bisa mengurangi macet dan melakukan penghematan besar-besaran. Mengurangi hari kerja juga harus kita pikirkan, serta langkah-langkah penghematan lainya,” tegasnya.
Di sisi lain, Indonesia saat ini masih dalam keadaan aman meskipun Timur Tengah sedang terjadi perang. Namun, ia meminta semua menteri di Kabinet Merah Putih untuk tidak lengah.
“Saya rasa itu yang ingin saya sampaikan. Walaupun kita merasa aman dan tidak panik, kita juga tidak boleh terlalu lengah. Kita harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk,” ujar Prabowo.
“Kita berharap skenario terburuk tidak terjadi di Timur Tengah, tapi banyak juga ramalan yang bilang ini bisa menjadi perang yang sangat panjang,” pungkasnya.