Jumlah Kasus Campak Turun ke 511 pada Minggu ke-9 Pasca Imunisasi: Kementerian

Jakarta (ANTARA) – Pada minggu kesembilan tahun 2026, kasus campak di Indonesia turun dari 531 kasus menjadi 511 kasus. Penurunan ini karena kampanye imunisasi besar-besaran dan edukasi hidup sehat yang dijalankan di beberapa daerah.

“Sudah ada penurunan dan respon imunisasi, yaitu Outbreak Response Immunization (ORI), telah dilaksanakan di semua daerah yang mengalami KLB. Kampanye imunisasi kejar juga sudah dilakukan di kabupaten dan kota yang ada KLB, serta di daerah yang kasusnya naik,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, pada Jumat.

Dia mengingatkan bahwa campak sangat menular, satu orang bisa menulari 12–18 orang lain, terutama balita, meski ada juga laporan kasus pada dewasa.

“Ada dua imunisasi dasar campak: pada usia 9 bulan dan 18 bulan. Saat dosis pertama diberikan di usia 9 bulan, cakupan perlindungan dan kekebalannya sekitar 80 persen. Tapi, saat dosis kedua diberikan pada 18 bulan, cakupannya naik jadi 97 persen,” jelas Saguni.

Untuk mencegah penularan, kantornya berkolaborasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota dan Kantor Karantina Kesehatan di beberapa titik pos pemudik untuk menyediakan layanan imunisasi campak, selain memberikan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Pada kesempatan itu, dia mengingatkan orang tua untuk memperhatikan kondisi anak sebelum bepergian di musim Lebaran ini.

“Kalau anak mengalami demam, batuk, pilek, atau tanda lain seperti konjungtivitis yang mengarah ke campak, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk diperiksa,” ujarnya.

Dia juga menyarankan orang tua menunda perjalanan sampai anak sembuh, mengingat sifat campak yang sangat menular.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan kementeriannya menargetkan cakupan imunisasi campak 95 persen dalam satu hingga dua minggu sebelum Lebaran di minggu ketiga Maret.

MEMBACA  Bulan Bahasa Bali mencari keterlibatan pemuda melalui media digital

“Sudah berjalan seminggu dan berjalan baik. Saya belum punya angka pastinya, tapi kami targetkan tercapai sebelum Lebaran,” ucapnya pada Kamis (12 Maret).

Dia menjelaskan imunisasi telah dilakukan di 50 kabupaten/kota, dengan tujuan menyelesaikannya sebelum Lebaran karena arus mudik besar-besaran bisa meningkatkan risiko penularan.

Berita terkait: Menteri targetkan imunisasi campak capai 95 persen sebelum Lebaran

Berita terkait: Imunisasi, kunci cegah kejadian luar biasa campak

Berita terkait: Kemenkes peringatkan kenaikan kasus campak jelang libur Lebaran

Penerjemah: Mecca Yumna, Resinta Sulistiyandari
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar