Gus Anta Apresiasi Komitmen PKB Kaji Kitab Karya Mbah Hasyim

Jumat, 13 Maret 2026 – 07:37 WIB

Jakarta, VIVA – Cicit Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, Gus Anta Maulana, memberikan apresiasi pada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang secara konsisten mengadakan kajian kitab karya pendiri Nahdlatul Ulama tersebut setiap bulan Ramadan.

Apresiasi itu dia sampaikan saat menghadiri penutupan kajian kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis kemarin.

“Terima kasih kepada PKB. Saya sangat menghargai kegigihan PKB membedah karya Mbah Hasyim di tiap bulan Ramadan,” kata Gus Anta.

Menurut dia, kajian kitab itu sangat penting karena membahas secara mendalam tentang adab dalam mencari ilmu dan cara memilih guru yang tepat. Nilai-nilai dalam kitab tersebut bersifat universal dan relevan untuk semua orang, tidak hanya untuk santri.

“Saya rasa penting sekali menggelar kajian ini untuk mengkaji pentingnya adab mencari ilmu dan mencari guru. Pesan-pesan Mbah Hasyim sifatnya universal, bukan cuma untuk santri, tapi juga masyarakat umum,” jelasnya.

Gus Anta juga menilai pemikiran KH Hasyim Asy’ari sangat visioner. Banyak pesan dalam karyanya yang tetap relevan dan seakan sudah memprediksi kondisi zaman sekarang.

“Dari kitab beliau terlihat bahwa Mbah Hasyim itu sangat visioner. Jauh sebelum kondisi seperti sekarang, sudah diprediksi oleh beliau,” katanya.

Ia menyoroti satu pesan penting dalam kitab tentang kehati-hatian dalam memilih guru. Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi sekarang, fenomena berguru secara instan lewat kecerdasan buatan atau AI perlu disikapi dengan bijak.

“Yang paling saya ingat waktu ngaji kitab ini, santri itu harus hati-hati mencari guru. Kalau sekarang malah banyak yang berguru ke AI, itu tentunya tidak tepat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Anta juga menceritakan proses panjang pengumpulan dan kodifikasi karya-karya KH Hasyim Asy’ari yang dilakukan oleh ayahnya, KH Ishomuddin Hadzik. Proses itu dimulai saat KH Ishomuddin mondok di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

MEMBACA  Pemerintah Kabupaten Klungkung Mengatasi Kerusakan Jalan di Nusa Penida

“Proses mengumpulkan karya-karya Mbah Hasyim itu dilakukan oleh abah saya saat di Lirboyo. Dan itu tidak mudah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, KH Ishomuddin mendapat berbagai naskah dari banyak tokoh yang mengklaim sebagai karya KH Hasyim Asy’ari. Namun, setiap naskah diseleksi dengan sangat ketat untuk menjaga keaslian karya tersebut.

Tinggalkan komentar