Mojtaba Khamenei Pernah Koma Sebelum Menyampaikan Pernyataan Resmi Perdananya

Jumat, 13 Maret 2026 – 03:20 WIB

Iran – Pada Kamis malam, 12 Maret waktu setempat, pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, merilis pernyataan resmi pertamanya. Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi tentang keadaan putra kedua dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei.

Sebelum pernyataan ini keluar, seorang sumber dari Iran mengatakan kepada The Sun bahwa Mojtaba Khamenei sebenarnya dalam keadaan koma. Pria berusia 56 tahun ini juga dirawat intensif di Rumah Sakit Universitas Sina di Teheran setelah menjadi korban serangan Zionis Israel dan AS belum lama ini.

“Satu atau dua kakinya telah diamputasi. Hati atau lambungnya juga mengalami kerusakan. Dia tampaknya juga dalam kondisi koma,” kata sumber tersebut seperti dikutip dari laman New York Post, Jumat 13 Maret 2026.

Sebelumnya, sejumlah sumber lain dari Iran menyebutkan bahwa Mojtaba Khamenei hanya mengalami luka-luka ringan saat gelombang awal serangan udara, seperti patah tulang di kaki, memar di sekitar mata, serta luka robek di wajah.

Namun, Mojtaba belum tampil di depan publik. Dalam pernyataan resmi pertamanya Kamis malam itu, ternyata hanya dibacakan oleh pembaca berita televisi pemerintah Iran. Dalam siaran tersebut, hanya terlihat fotonya saja.

Pernyataan Perdana Mojtaba Khamenei

Dalam pernyataan perdananya yang dirilis Kamis, 12 Maret 2026, Mojtaba berjanji akan membalas serangan AS dan Israel ke Iran yang telah menimbulkan korban jiwa.

“Kami akan membalas darah para syuhada kami,” kata Mojtaba Khamenei.

Dalam pernyataan tersebut, Mojtaba tidak menampakkan diri. Pesannya hanya dibacakan oleh pembaca berita di TV pemerintah Iran dengan fotonya yang ditampilkan di layar.

Pada pernyataan pertamanya, Mojtaba juga mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak yang tetap berdiri membela negara Iran.

MEMBACA  3 Etika Berhias Dilengkapi Dalil Penting untuk Diketahui Wanita

“Saya juga ingin berterima kasih kepada para pejuang pemberani yang telah bekerja keras saat negara kita berada dibawah tekanan dan serangan,” lanjutnya.

Dia juga berjanji akan tetap menutup Selat Hormuz untuk lalu lintas kapal. Mojtaba menyatakan bahwa Iran akan terus melancarkan serangan terhadap negara-negara Arab di kawasan Teluk. Meski begitu, Khamenei menegaskan bahwa Teheran hanya menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat.

Tinggalkan komentar