Yang kedua adalah alat untuk pengiklan. Bagi usaha kecil, seringkali tidak terpikir semua kueri yang mungkin diketik pengguna. AI sangat handal dalam menentukan kata kunci yang tepat, kreatif yang optimal, serta menghasilkan semua itu.
Aspek ketiga adalah yang paling baru: iklan dalam pengalaman baru. Filosofi umum kami adalah membangun produk konsumen yang hebat terlebih dahulu, baru kemudian memikirkan monetisasi. Karena bisnis kami sangat kuat dan sehat, itu adalah kemewahan yang kami miliki.
Apa yang telah dipelajari dari eksperimen iklan dalam AI Mode?
Iklan selalu terpisah dari hasil organik dan diberi label jelas. Jika kami anggap tidak ada iklan yang relevan, maka tidak ada iklan yang ditampilkan. Mungkin prinsip terbesar adalah iklan harus bermanfaat.
Apa yang ditunjukkan [iklan di AI Mode] kebanyakan sudah intuitif. Jika relevan, pengguna akan mengkliknya. Jika tidak, ya tidak akan.
Di Davos, Demis Hassabis menyatakan Google belum berencana menampilkan iklan di Gemini. Bagaimana pemikiran Anda sekarang?
Alasan kami fokus pada iklan di AI Mode dan AI Overviews adalah karena kami memandangnya sebagai perluasan dari pengalaman Penelusuran. Itu tempat paling natural untuk melakukan eksperimen awal.
Saya perkirakan pembelajaran dari iklan di AI Mode kemungkinan akan diterapkan ke apa yang mungkin kami lakukan di aplikasi Gemini nantinya. Kami bisa mendapatkan semua pembelajaran itu dalam konteks di mana pengguna sudah aware dengan keberadaan iklan. Agak aneh mengatakannya, namun riset kami menunjukkan pengguna sebenarnya menyukai iklan dalam konteks Penelusuran. Seiring waktu, kami akan menentukan apa yang tepat untuk aplikasi Gemini.
Jadi, iklan di Gemini tidak sepenuhnya dikesampingkan?
Tidak, kami tidak menutup kemungkinan. Hanya saja itu bukan fokus kami saat ini.
Gemini sekarang produk yang sangat besar—pertumbuhannya cukup pesat. OpenAI sudah mencoba iklan di ChatGPT. Apa yang membuat Anda berpikir Gemini belum siap untuk iklan?
Kami sangat puas dengan pertumbuhannya. Ini lebih merupakan soal prioritas—area mana yang tepat untuk difokuskan saat ini?
Apakah Anda pikir OpenAI memperkenalkan iklan terlalu dini?
Sulit bagi saya untuk menilainya. Saya pikir itu sangat tergantung pada cara mereka melakukannya. Yang kami lihat, ketika iklan dilakukan dengan benar, itu justru memperkaya pengalaman produk. Namun yang sangat kritis adalah melakukannya dengan tepat, yang berarti relevansi, kualitas, dan tidak menempatkan iklan di tempat yang tidak diinginkan pengguna.
Itu hal yang sulit. Kami memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun mempelajari cara melakukannya. Ini bukan soal waktu, tapi lebih soal melakukannya dengan benar, dan dengan cara yang menghormati pengguna.
Google baru saja meluncurkan Personal Intelligence di Gemini dan AI Mode. Saya bayangkan pengiklan akan sangat ingin mengakses data tersebut. Bagaimana pemikiran Anda?
Personal Intelligence sangatlah berguna. Contohnya, saat saya ski dan tidak bisa melihat dengan jelas melalui kacamata—cuacanya mendung. Saya menanyakan pada AI Mode pertanyaan yang cukup umum tentang lensa apa yang saya butuhkan untuk kondisi itu. Dari email saya, AI bisa mengetahui resort tempat saya menginap, gunung yang akan saya ski, dan prediksi cuacanya. AI juga menarik data dari resi yang diforward istri saya untuk kacamata ski saya—ternyata dia membelikan saya lensa tambahan. Rasanya seperti keajaiban yang subtle.